Intan Fajar Suri
Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Bandar Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN DIGITAL BRANDING DAN MANAJEMEN KONTEN MEDIA SOSIAL BAGI PELAKU EKOWISATA MANGROVE CUKUNYINYI David Julian; Darma Yuliana; Yuliana Saleh; Intan Fajar Suri
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 8 No 2 (2026): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v8i2.7733

Abstract

Kawasan ekowisata mangrove Cukunyinyi memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi lokal berbasis konservasi lingkungan. Namun, keterbatasan kapasitas pelaku wisata dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya dalam strategi branding dan manajemen konten media sosial, menjadi tantangan utama dalam pengelolaan dan promosi destinasi. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjudul “Pelatihan Digital Branding dan Manajemen Konten Media Sosial bagi Pelaku Ekowisata Mangrove Cukunyinyi” bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Sidodadi, Kabupaten Pesawaran, dalam promosi wisata berbasis digital. Ekowisata Mangrove Cukunyinyi memiliki potensi besar sebagai destinasi berbasis konservasi, namun promosi masih terbatas pada media konvensional. Pelatihan yang dilaksanakan pada 7 September 2025 diikuti oleh 20 peserta muda anggota Karang Taruna menggunakan tiga pendekatan utama, yaitu ceramah, diskusi interaktif, dan praktik langsung. Materi mencakup pengenalan konsep digital branding, strategi komunikasi visual, serta praktik pembuatan dan pengelolaan konten media sosial menggunakan aplikasi sederhana. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep digital branding dari rata-rata 56% menjadi 91%. Peserta mampu menghasilkan konten promosi yang lebih menarik, informatif, dan sesuai dengan nilai konservasi. Selain peningkatan keterampilan teknis, kegiatan ini juga menumbuhkan motivasi dan rasa kepemilikan terhadap destinasi wisata lokal. Tantangan pascapelatihan berkaitan dengan konsistensi unggahan dan kolaborasi, sehingga disarankan pembentukan tim pengelola media sosial dengan pembagian peran yang jelas serta mekanisme regenerasi yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas digital masyarakat pesisir dan mendukung keberlanjutan promosi ekowisata berbasis komunitas di kawasan Mangrove Cukunyinyi.
PENGEMBANGAN BIOCHAR DARI LIMBAH MANGROVE SEBAGAI SOLUSI RAMAH LINGKUNGAN BAGI MASYARAKAT PESISIR Intan Fajar Suri; Nur Afni Afrianti; Muhammad Gilang Arindra Putra; Berta Putri; Wahyu Hidayat; Faiz Al Qorny; Nila Aulia Bilqis Alfauzizah
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 8 No 2 (2026): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v8i2.7755

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan salah satu potensi alam yang umum dimiliki wilayah pesisir Provinsi Lampung yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekologi pesisir dan penghidupan masyarakat. Namun demikian, upaya pemanfaatan limbah biomassa mangrove belum dioptimalkan. Hal ini disebabkan keterbatasan keterampilan serta akses terhadap teknologi tepat guna dari masyarakat wilayah pesisir dalam pengelolaan limbah biomassa mangrove. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat pesisir, khususnya di Desa Ekowisata Cuku Nyinyi, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung melalui pelatihan dan pendampingan pengolahan limbah mangrove menjadi biochar. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA). Teknologi yang digunakan adalah metode single drum kiln yang dapat dioperasikan di tingkat rumah tangga. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi atau penyampaian materi oleh tim, pelatihan dan pendampingan teknis pengolahan limbah mangrove menjadi biochar, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan ini telah berhasil memberdayakan masyarakat melalui kegiatan pengelolaan limbah mangrove menjadi biochar, proses produksi biochar metode single drum kiln dapat dilakukan dengan baik oleh masyarakat karena sederhana dan murah, unit produksi biochar mulai terbentuk, kegiatan ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta terkait pengelolaan limbah mangrove menjadi biochar secara signifikan dengan persentase responden yang sangat memahami di akhir kegiatan sebesar 80%.