Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Lebih dari Sekadar Orientasi: Evaluasi Efektivitas Program Induksi Pegawai Baru di Perguruan Tinggi Menggunakan Kerangka Kerja Kirkpatrick Muhammad Sany Ustman; Muhammad Ikhsan; Athiah Listyowati; Annisa Rahmi
JOM Vol 7 No 2 (2026): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, June
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v7i2.9284

Abstract

The effectiveness of employee induction programs plays a crucial role in accelerating organizational adaptation, strengthening institutional identity, and improving employee performance. However, existing studies on induction program evaluation have predominantly focused on industrial and private organizational contexts, while comprehensive investigations within the framework of Indonesian State Universities with Legal Entity status (PTN-BH) remain limited. Addressing this research gap, this study aims to analyze the determinants of success in the New Employee Induction Program at Universitas Indonesia (UI) and formulate evidence-based policy recommendations for future program development. Employing an explanatory sequential mixed-methods design, this study collected quantitative data through surveys involving 30 program alumni consisting of academic and administrative staff, followed by qualitative data collection through in-depth interviews with selected participants and program managers. The evaluation framework adopted Kirkpatrick’s model, focusing on three dimensions: Reaction, Learning, and Behavior. The findings reveal that the induction program achieved a “Good” evaluation category, with an overall mean score of 4.13 out of 5.00. Facilitator competence (4.235) and institutional support (4.310) emerged as the strongest factors contributing to program effectiveness. Nevertheless, the relevance of national awareness materials (3.73) and the transfer of learning among administrative staff (3.95) require further improvement. This study extends the application of Kirkpatrick’s evaluation model in higher education management and provides practical recommendations for developing more adaptive, contextual, and competency-oriented induction programs within PTN-BH institutions.
Strategi Knowledge-Oriented Leadership (KOL) dalam Membangun Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan Melalui Kapasitas SDM Publik Annisa Rahmi; Vidya Hanartari Mangundjaya
Indonesian Journal of Public Administration Review Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/par.v3i3.5836

Abstract

Transformasi sektor publik di era VUCA dan BANI menuntut organisasi pemerintah untuk menjadi lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, Knowledge-Oriented Leadership (KOL) menjadi pendekatan kepemimpinan yang penting dalam mengelola aset pengetahuan organisasi guna menciptakan keunggulan kompetitif berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran KOL dalam membangun sustainable competitive advantage (SCA) berbasis kapasitas sumber daya manusia publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode sintesis literatur dan analisis konseptual deskriptif. Data diperoleh dari artikel jurnal internasional primer yang dipublikasikan pada rentang tahun 2015–2026 dan dianalisis menggunakan teknik triangulasi data lintas literatur, konteks negara, dan perspektif teoritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KOL berperan penting dalam mendorong knowledge sharing, innovative work behavior (IWB), transformasi digital, dan penguatan public service motivation (PSM). Namun, pengaruh KOL terhadap SCA tidak berlangsung secara langsung, melainkan dimediasi oleh praktik manajemen pengetahuan, iklim inovasi, pemberdayaan psikologis, dan kepercayaan organisasi. Penelitian ini juga menemukan bahwa budaya etis, integritas kepemimpinan, dan transformasi digital menjadi faktor strategis dalam membangun organisasi publik yang resilien dan terpercaya. Meskipun demikian, implementasi kepemimpinan berbasis pengetahuan masih menghadapi tantangan berupa intervensi politik, budaya birokrasi hierarkis, dan kesenjangan implementasi kebijakan.