Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Karakter Anak Usia Dini Berbasis Digital Humaniora Pemanfaatan Media Sejarah Digital di Al-Azhar Banyumanik, Semarang Ahmad Fauzan Baihaqi; Aslama Nanda Rizal; Bryna Rizkinta Sembiring M; Cahaya Hanifa; Alfika Oktafia
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/0x39ky52

Abstract

Artikel pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperlihatkan proses penguatan karakter pelajar tingkat dasar melalui literasi digital humaniora. Transformasi digital mengubah pola belajar anak usia dini menuntut pendidikan dasar yang tidak semata teknis, melainkan juga menumbuhkan karakter untuk menghadapi tantangan sosial-budaya era digital. Berangkat dari konteks Kota Semarang sebagai wilayah dengan warisan sejarah-budaya yang kaya namun pembelajaran sejarah pada anak usia dini kerap dianggap monoton, berbasis hafalan, dan kurang kontekstual, Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode monolog secara digital dengan tambahan hal-hal yang menarik perhatian anak usia dini. Dari hasil evaluasi kegiatan pengenalan sejarah kepada anak kami dapatkan bahwa minimnya wawasan sejarah kepada anak dikarenakan kecenderungan anak lebih memilih hal yang praktis, dengan kegiatan pengabdian masyarakat dari dosen Departemen Sejarah Anak Usia Dini TK Al-Azhar kemudian bisa mengenal mengenai hal-hal kepahlawanan karakter kebangsaan yang ternyata harus dibangun sejak pondasi dasar Pendidikan. Kegiatan ini berimplikasi jangka panjang berupa tumbuhnya kepedulian generasi muda tingkat dasar terhadap warisan atau wawasan historis kebangsaan kita.
Belajar dari Negeri Everest: Sistem Pendidikan Dasar dalam Perubahan Sosial Nepal, 1950-2000 Muhammad Rizky Agli; Des Fitra Dwi Wibowo; Aslama Nanda Rizal
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v8i1p19-29

Abstract

Abstract:Pendidikan dasar di Nepal memainkan peran kunci dalam perubahan sosial, menghubungkan upaya modernisasi dengan tantangan ketimpangan sosial, geografis, dan budaya. Sebagai landasan pembangunan manusia, pendidikan dasar di Nepal berkembang dari sistem yang eksklusif di era Dinasti Rana—yang membatasi akses hanya bagi elit—menuju sistem inklusif pasca-revolusi 1951. Dengan menggunakan metode studi literatur dan metode kualitatif untuk menganalisis sumber, penelitian ini menelaah transformasi sistem pendidikan dasar dan dampaknya terhadap masyarakat melalui analisis berbagai sumber sekunder, termasuk laporan pendidikan, jurnal internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa reformasi pada 1970-an, melalui New Education System Plan (NESP), berhasil memperluas akses pendidikan dengan sentralisasi kurikulum, meskipun wilayah pedesaan tetap tertinggal. Pada 1990-an, upaya untuk menciptakan pendidikan gratis dan inklusif semakin meningkatkan angka partisipasi, termasuk dari kelompok perempuan dan masyarakat marginal. Namun, tantangan seperti bias budaya yang meminggirkan kelompok minoritas, kurangnya infrastruktur di wilayah terpencil, dan ketergantungan pada donor asing terus membatasi efektivitas sistem pendidikan. Di sisi lain, pendidikan dasar berhasil meningkatkan mobilitas sosial, memberdayakan perempuan, dan memperkuat identitas nasional di tengah keberagaman etnis dan bahasa. Abstract:Primary education in Nepal plays a key role in social change, linking modernization efforts with the challenges of social, geographic and cultural inequality. As a cornerstone of human development, primary education in Nepal evolved from an exclusive system under the Rana Dynasty-which restricted access to the elite-to an inclusive system after the 1951 revolution. Using the literature study method and qualitative methods to analyze sources, this research examines the transformation of the primary education system and its impact on society through the analysis of various secondary sources, including educational reports, international journals. The results show that reforms in the 1970s, through the New Education System Plan (NESP), succeeded in expanding access to education by centralizing the curriculum, although rural areas remained behind. In the 1990s, efforts to create free and inclusive education further increased enrollment, including from women and marginalized communities. However, challenges such as cultural biases that marginalize minority groups, lack of infrastructure in remote areas, and dependence on foreign donors continue to limit the effectiveness of the education system. On the other hand, basic education has improved social mobility, empowered women and strengthened national identity amid ethnic and linguistic diversity.