Mauritio Pamungkas
Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Symbolic Violence in the Meaning of the Song Tana Mbate De: A Bourdieusian Discourse Analysis Mauritio Pamungkas
Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 21, No 1: Mei 2026
Publisher : Indonesian literature Program, Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nusa.21.1.30-46

Abstract

Lagu “Tana Mbate De” merupakan karya seni berbahasa Manggarai yang lahir sebagai respon terhadap dinamika sosial dan konflik agraria akibat maraknya investasi dan proyek pembangunan berskala besar di Flores, khususnya penetapan Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Penelitian ini bertujuan untuk membongkar wacana kekerasan simbolik yang tersembunyi di balik narasi pembangunan melalui analisis lirik lagu tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pisau analisis wacana Pierre Bourdieu yang meliputi konsep arena, modal, dan habitus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu ini merepresentasikan pertarungan antara habitus masyarakat lokal (yang memandang tanah sebagai warisan leluhur dan identitas kultural) melawan habitus kelas dominan (pemerintah dan investor yang memandang tanah sebagai komoditas kapital). Kekerasan simbolik teridentifikasi melalui pemaksaan standar “modernitas” dan “pembangunan” yang memarginalkan kearifan lokal, di mana dominasi ini sering kali tidak disadari oleh masyarakat (misrecognition). Lagu ini berfungsi sebagai vox populi dan bentuk resistensi serta konsientisasi sosial bagi masyarakat Manggarai untuk menyadari adanya dominasi terselubung dalam kebijakan pariwisata yang eksploitatif.