Transformasi digital menuntut lembaga bimbingan belajar (Bimbel) untuk bertransformasi menjadi entitas Kewirausahaan Ed-Tech (Smartpreneurs). Namun, tantangan utama dalam Pendidikan Matematika adalah merancang model yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga mengintegrasikan Bimbingan Konseling untuk mengatasi kecemasan (Teknostres) dan menumbuhkan ketahanan akademik (Ketahanan Akademik) pada siswa ketika menghadapi kesulitan matematika. Penelitian sebelumnya menunjukkan adanya kesenjangan, di mana pilar Kewirausahaan Ed-Tech, konseling psikologis, dan hasil belajar matematika seringkali dipelajari secara terpisah. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan, mengimplementasikan, dan menguji model bimbingan Ed-Tech yang secara holistik mengintegrasikan kecerdasan kewirausahaan dan Ketahanan Akademik dalam konteks pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif-kuantitatif (desain tertanam metode campuran) di sebuah Lembaga Konsultasi Pendidikan di Pasuruan. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner skala Ketahanan Akademik, dan dokumentasi hasil belajar matematika siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi (moderasi) untuk menguji hipotesis model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model Ed-Tech yang terintegrasi dengan konseling Ketahanan Akademik berhasil menumbuhkan ketahanan. Lebih lanjut, Ketahanan Akademik terbukti secara signifikan memoderasi hubungan antara inovasi Ed-Tech kewirausahaan dan peningkatan hasil belajar matematika siswa, menawarkan kerangka kerja terstruktur dan teruji untuk praktik terbaik bagi Smartpreneur di bidang pendidikan..