Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM GREEN FUN DAY SEBAGAI MEDIA EDUKASI PERTANIAN HIDROPONIK BERBASIS HIDROGEL BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA PUCUNGWETAN Lobes Herdiman; Auliya Azizah; Adrian Bagaskara; Alya Salsabila; Amalia Razyan Nurhayati; Alma Aulia Shafira Wijayanti; Arkana Daffa’ Pramudya; Alin Fawwaza Amien; Hening Nugroho Putri; Nayma Rafika Arum Cahaya; Rendi Suranto
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 6 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i6.2421-2427

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan program Green Fun Day sebagai media edukasi dalam mengenalkan pertanian hidroponik berbasis media hidrogel kepada siswa sekolah dasar di Desa Pucungwetan. Program ini dirancang untuk mendukung pendidikan berkualitas melalui integrasi kesadaran lingkungan, kreativitas, dan pengetahuan dasar pertanian dengan pendekatan pembelajaran yang menarik. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan pembelajaran berbasis pengalaman yang meliputi penyampaian materi, demonstrasi, serta praktik langsung, seperti melukis botol plastik bekas sebagai wadah tanam dan praktik menanam menggunakan media hidrogel. Kegiatan ini melibatkan 50 siswa kelas 3, 4, dan 5 SD Negeri 2 Pucungwetan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep hidroponik sederhana serta meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan limbah plastik. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme dan kreativitas yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Program ini memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan melalui model pembelajaran inovatif dan kontekstual yang mengintegrasikan edukasi lingkungan dengan keterampilan praktis pertanian, serta mendorong terbentuknya perilaku berkelanjutan sejak dini. Kata Kunci: edukasi hidroponik, media hidrogel, kesadaran lingkungan, pembelajaran eksperiensial, pengabdian masyarakat
OPTIMALISASI PEMANFAATAN KANDANG LEBAH PADA LAHAN SALAK (Salacca zalacca) UNTUK MENINGKATKAN PEMBENTUKAN BAKAL BUAH Nayma Rafika Cahaya; Rendi Suranto; Adrian Bagaskara; Alya Salsabila; Amalia Razyan Nurhayati; Alma Aulia Shafira Wijayanti; Arkana Daffa’ Pramudya; Auliya Azizah; Alin Fawwaza Amien; Hening Nugroho Putri; Nayma Rafika Arum Cahaya
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 6 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i6.%p

Abstract

Tanaman salak (Salacca zalacca) merupakan tanaman berumah dua yang pembentukan buahnya sangat bergantung pada proses penyerbukan antara bunga jantan dan bunga betina. Namun, proses penyerbukan pada budidaya salak masih banyak bergantung pada faktor alami seperti angin dan serangga liar, serta penyerbukan manual oleh petani, sehingga menyebabkan tingkat pembentukan buah yang rendah dan tidak stabil. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya yang sederhana, mudah diterapkan, dan berkelanjutan untuk mengoptimalkan proses penyerbukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan pemanfaatan kandang lebah tanpa sengat (Trigona sp.) sebagai teknologi pendukung penyerbukan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif kepada petani. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, penyampaian materi, diskusi interaktif, pemasangan kandang lebah klanceng di sekitar tanaman salak jantan, serta evaluasi keterlibatan peserta. Kegiatan ini diikuti oleh 17 orang petani, dengan tingkat partisipasi aktif sebesar 58,8% selama proses diskusi dan praktik berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemasangan kandang lebah berhasil dilakukan sesuai dengan kondisi lingkungan lahan, dengan mempertimbangkan faktor perlindungan dari paparan sinar matahari langsung dan kemudahan akses terhadap sumber serbuk sari. Penempatan kandang lebah di dekat tanaman jantan berpotensi memusatkan aktivitas lebah pada sumber serbuk sari sehingga dapat mendukung proses penyerbukan silang. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan minat petani dalam memanfaatkan lebah sebagai agen penyerbuk. Meskipun kegiatan ini belum sampai pada tahap pengukuran pembentukan buah, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan budidaya salak yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan demikian, pemanfaatan kandang lebah klanceng dapat menjadi pendekatan yang praktis dan potensial dalam mendukung pengelolaan penyerbukan, serta perlu dilanjutkan dengan pemantauan untuk mengevaluasi dampaknya terhadap pembentukan buah pada musim berikutnya.