Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGUATAN JIWA KREATIF DAN PEDULI LINGKUNGAN MELALUI KERAJINAN LAMPU HIAS BERBAHAN STIK ES KRIM DAN BAMBU Trisna Mesra; Fitra Fitra; Melliana Melliana; Azmi Azmi; Nuryasin Abdillah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 6 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i6.2339-2346

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pelatihan pembuatan lampu hias berbahan dasar stik es krim, bambu dan sendok plastik. Limbah stik es krim dan sendok plastik sering dianggap tidak bernilai dan menjadi salah satu penyumbang sampah domestik, sedangkan bambu tersedia melimpah sebagai bahan ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, siswa SMP Muhammadiyah diperkenalkan pada konsep daur ulang kreatif (upcycling) untuk mengolah material sederhana menjadi produk kerajinan yang artistik dan bermanfaat. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, demonstrasi pembuatan lampu hias, pendampingan praktik, hingga evaluasi hasil karya. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu menghasilkan lampu hias dengan berbagai desain inovatif dan fungsional. Kegiatan ini efektif dalam mengembangkan kreativitas, keterampilan motorik, serta meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Program PKM ini diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dan dikembangkan menjadi produk kewirausahaan sekolah
Pemilihan Merek Laptop Terbaik menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Bayes Fifi Ariani; Trisna Mesra; Tutut windi Aprilia; Anggia David Reynaldo Dolok Saribu; Ryan Abdillah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1648

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat menyebabkan semakin banyaknya pilihan merek laptop dengan spesifikasi dan harga yang beragam, sehingga menyulitkan pengguna dalam menentukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan merek laptop terbaik dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Bayes sebagai pendekatan sistem pendukung keputusan. Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot kepentingan kriteria, sedangkan metode Bayes digunakan untuk menghitung nilai preferensi dan menentukan peringkat alternatif merek laptop. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini meliputi performa, harga, daya tahan, dan portabilitas, dengan alternatif merek laptop yaitu Asus, Acer, Lenovo, dan HP. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 30 responden yang memiliki pengalaman menggunakan lebih dari satu merek laptop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria daya tahan memiliki bobot tertinggi sebesar 32%, diikuti oleh performa dan portabilitas masing-masing sebesar 24%, serta harga sebesar 20%. Berdasarkan hasil perhitungan metode Bayes, merek Asus memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 3,57 dan menempati peringkat pertama, diikuti oleh HP, Acer, dan Lenovo. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pengguna dalam mengambil keputusan pembelian laptop secara lebih objektif dan sistematis.
Sistim Penanganan Rantai Pasok Untuk Meningkatkan Omzet UMKM XYZ di Dumai Melliana; Azmi; Fitra; Novri Jenita Marbun; Noto Wiroto; M. Agus Rinaldy; Trisna Mesra; Syifa Salsabila; Risha Audira Susanti
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 26 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/9xd60n73

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Salah satu jenis UMKM yang menjanjikan adalah usaha kuliner. Namun, seiring meningkatnya persaingan serta berubahnya preferensi konsumen, banyak pelaku UMKM mengalami penurunan omzet. Kondisi ini menuntut UMKM untuk meningkatkan kinerja melalui beberapa faktor yang relevan, seperti kualitas pelayanan, inovasi, fasilitas dan teknologi, strategi pemasaran dan distribusi, serta pengelolaan penanganan rantai pasok. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antarvariabel tersebut serta melihat pengaruh penanganan rantai pasok terhadap omzet pada UMKM kuliner. Penelitian dilakukan dengan metode random sampling dengan jumlah 150 responden. Analisis data menggunakan Smart-PLS untuk menguji hubungan struktural antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh signifikan terhadap penanganan rantai pasok adalah fasilitas dengan teknologi serta strategi pemasaran dan distribusi, sehingga hipotesis terkait diterima. Selanjutnya, hubungan penanganan rantai pasok terhadap omzet dinyatakan signifikan dengan nilai t-statistic 3,550 (> 1,96) dan p-value 0,000 (< 0,05). Dengan demikian, penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan penanganan rantai pasok berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan omzet UMKM kuliner
Sistim Penanganan Rantai Pasok Untuk Meningkatkan Omzet UMKM XYZ di Dumai Melliana; Azmi; Fitra; Novri Jenita Marbun; Noto Wiroto; M. Agus Rinaldy; Trisna Mesra; Syifa Salsabila; Risha Audira Susanti
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 26 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/9xd60n73

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Salah satu jenis UMKM yang menjanjikan adalah usaha kuliner. Namun, seiring meningkatnya persaingan serta berubahnya preferensi konsumen, banyak pelaku UMKM mengalami penurunan omzet. Kondisi ini menuntut UMKM untuk meningkatkan kinerja melalui beberapa faktor yang relevan, seperti kualitas pelayanan, inovasi, fasilitas dan teknologi, strategi pemasaran dan distribusi, serta pengelolaan penanganan rantai pasok. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antarvariabel tersebut serta melihat pengaruh penanganan rantai pasok terhadap omzet pada UMKM kuliner. Penelitian dilakukan dengan metode random sampling dengan jumlah 150 responden. Analisis data menggunakan Smart-PLS untuk menguji hubungan struktural antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh signifikan terhadap penanganan rantai pasok adalah fasilitas dengan teknologi serta strategi pemasaran dan distribusi, sehingga hipotesis terkait diterima. Selanjutnya, hubungan penanganan rantai pasok terhadap omzet dinyatakan signifikan dengan nilai t-statistic 3,550 (> 1,96) dan p-value 0,000 (< 0,05). Dengan demikian, penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan penanganan rantai pasok berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan omzet UMKM kuliner
Pemilihan Merek Mie Instan Bagi Mahasiswa Institut Teknologi Dan Bisnis Riau Pesisir Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Finna Varenty; Trisna Mesra; Naufal Dinata Hidayat; M Ali Akbar; Aulia Rahma Yanti; Yolandha Natasya; SF Imanuel Hutagalung
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 3 (2026): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i3.55407

Abstract

Selecting an instant noodle brand is a challenging decision-making process, as it involves numerous considerations. A systematic and objective approach is essential. This study utilizes four primary criteria for assessment: taste, price, packaging, and brand image. The brand alternatives analyzed included Indomie, Mie Sedaap, Sarimi, and Supermi. Data were collected through a questionnaire distributed to 30 student respondents using a purposive sampling technique. The analysis showed that the brand criterion had the highest importance weighting of 0.4 (40%), followed by packaging, price, and taste. The preference scores for each alternative were determined using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. Based on the calculation, the Supermi brand achieved the highest preference score of 0.44 and was ranked first. Sarimi was in second place with a score of 0.34, followed by Mie Sedaap with a score of 0.16, and Indomie was ranked last with a score of 0.06. The AHP method has been shown to facilitate structured, consistent, and objective decision-making.