Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ritual Wetu Telu dan makna Spiritualitas Budaya pada Masyarakat Adat Desa Bayan Destina Runpita Suari; Hariyanto Supriadi; Ananda Desiani Fitri; Reva Kurniawati; Jepri Utomo; Mila Noviana
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The existence of Wetu Telu in Bayan, North Lombok, reflects the close relationship between religion and local culture in Indonesian society. Wetu Telu is not a religion in itself, but rather a cultural and spiritual system that developed through an acculturation process between Islamic teachings and the local traditions of the Sasak people, passed down through generations. However, modernization and the rapid flow of global culture are slowly influencing the younger generation, leading to a decline in understanding of local cultural values ​​and spiritual traditions. Therefore, this study aims to examine the ritual worship patterns practiced by the Wetu Telu community and understand the cultural and spiritual meanings contained within them. This study used a qualitative descriptive approach and was conducted in Bayan Village, North Lombok Regency. Data were collected through interviews, observations, and documentation, involving traditional leaders and the local community. The research results show that Wetu Telu not only represents religious practices but also serves as the cultural identity of the Sasak Bayan people. The "telu" philosophy symbolizes the three phases of human life: Menteluk, Menganak, and Mentiu, while also depicting the balanced relationship between humans, God, nature, and ancestors. Rituals such as ngurisang, ngitanang, village thanks giving, and harvest prayers not only serve as spiritual practices but also strengthen social solidarity and maintain a harmonious relationship between humans and nature. Despite being influenced by modernization, the Wetu Telu tradition remains an important cultural heritage and a symbol of the local identity of the Bayan people
Implementasi Pendidikan Karakter dan Nilai Sosial dalam Pembelajaran Sosiologi Tauhid Hidayat; Ainun Hidayati; Irene Ayudiasih; Hafsah Hafsah; Jepri Utomo; Mila Noviana
Education : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026): JULI : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan (EDUCATION)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/49g8z141

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) untuk mengkaji implementasi pendidikan karakter dan nilai sosial dalam pembelajaran sosiologi. Proses penelusuran literatur dilakukan secara sistematis dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) melalui basis data Google Scholar, DOAJ, dan Scopus dengan rentang publikasi tahun 2020–2025. Pada tahap identifikasi diperoleh 215 artikel yang relevan, kemudian dilakukan proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi hingga diperoleh 22 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil sintesis menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter dan nilai sosial dalam pembelajaran sosiologi dilaksanakan melalui integrasi berbagai komponen pembelajaran yang saling mendukung. Penggunaan metode pembelajaran aktif, seperti Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), storytelling, diskusi kelompok, dan studi kasus, terbukti mampu mendorong partisipasi serta refleksi peserta didik dalam proses pembelajaran. Selain itu, penerapan pendekatan berbasis nilai, seperti Contextual Teaching and Learning (CTL), Value Clarification (VC), dan Living Values Education (LVE), berkontribusi terhadap proses internalisasi nilai melalui keterkaitan materi pembelajaran dengan realitas sosial. Penguatan karakter juga didukung oleh integrasi budaya lokal yang sesuai dengan konteks masyarakat. Sementara itu, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan menunjukkan potensi dalam mendukung personalisasi dan interaktivitas pembelajaran, meskipun efektivitasnya dalam penguatan karakter masih memerlukan dukungan bukti empiris yang lebih memadai.