Pembelajaran Al-Qur’an di banyak lembaga pendidikan masih cenderung berorientasi pada aspek tekstual, sehingga pemahaman kontekstual peserta didik terhadap makna ayat relatif rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun kemampuan membaca meningkat, namun internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual penerapan metode tafsir tematik (maudhu’i) dalam pembelajaran Al-Qur’an guna meningkatkan pemahaman kontekstual peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka (library research) dengan metode deskriptif-analisis. Data diperoleh dari berbagai literatur berupa buku tafsir, jurnal ilmiah, serta sumber relevan lainnya, kemudian dianalisis untuk mengkaji konsep, langkah metodologis, serta relevansi tafsir tematik dalam pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode tafsir tematik mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif karena mengkaji ayat berdasarkan tema tertentu secara sistematis dan terintegrasi. Selain itu, integrasi penyajian visual dan aktivitas pembelajaran berbasis partisipatif terbukti memperkuat daya serap peserta didik terhadap makna Al-Qur’an. Analisis menunjukkan bahwa pendekatan ini tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir kritis dan reflektif peserta didik dalam mengaitkan teks dengan realitas kehidupan. Dengan demikian, tafsir tematik dapat menjadi alternatif metodologis yang efektif dan relevan dalam pembelajaran Al-Qur’an di era modern, meskipun implementasinya masih memerlukan pengembangan lebih lanjut, terutama dalam aspek media dan strategi pembelajaran berbasis digital.