Siti Alfiyah
Universitas Islam Negeri Salatiga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

CUTI AYAH, BEBAN KERJA DOMESTIK, DAN KETIMPANGAN GENDER DI INDONESIA: SEBUAH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PATERNITY LEAVE, DOMESTIC WORKLOAD, AND GENDER INEQUALITY IN INDONESIA: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Mas Umar; Siti Alfiyah; Faidatin Nurun Naza
Al Hakam : The Indonesian Journal of Islamic Family Law and Gender Issues Vol 6 No 1 (2026): Al Hakam
Publisher : Study Program of Islamic Family Law, Syari'ah Faculty, University of Al-Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/alhakam.v6i1.1398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literatur mengenai kebijakan cuti ayah dalam kaitannya dengan beban domestik dan ketimpangan gender di Indonesia. Penelitian ini berfokus pada bagaimana isu ini dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam, norma gender, dan konteks negara berkembang. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan protokol PRISMA. Terdapat 40 studi yang dianalisis terdiri dari 20 artikel dari database ScienceDirect dan 20 artikel dari Google Scholar yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi tertentu dari total 426 hasil pencarian selama periode 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan cuti ayah di negara-negara berkembang termasuk Indonesia masih minim secara durasi dan cakupan, serta sangat dipengaruhi oleh struktur sosial patriarkal dan kepentingan ekonomi. Temuan juga menunjukkan bahwa dalam masyarakat Muslim, peran ayah dalam pengasuhan masih dipandang sekunder meskipun terdapat nilai-nilai Islam yang mendukung keterlibatan ayah secara aktif dalam keluarga. Tantangan utama dalam implementasi cuti ayah adalah lemahnya dukungan kebijakan, stereotip gender, dan rendahnya kesadaran kolektif terhadap pentingnya distribusi beban domestik yang setara. Namun demikian, terdapat peluang besar melalui reformasi kebijakan, pengarusutamaan gender, dan reinterpretasi nilai-nilai keislaman yang lebih progresif. Oleh karena itu, studi ini merekomendasikan perlunya penguatan kebijakan cuti ayah yang berkeadilan gender dan sensitif terhadap konteks sosial-keagamaan di Indonesia.