Chairul Anwar
PT Nusa Alam Kreasindo, Jl. Permata Argosari No.1&3, Randuacir, Salatiga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengolahan Air Limbah Industri Kayu Lapis secara Biologi Sistem Pertumbuhan Melekat Menggunakan Media Biogrow dan Kaldness Agnesya Giovani Putri Cendana Kapitarauw; Vincentia Irene Meitiniarti; Chairul Anwar
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.%p

Abstract

Industri kayu lapis merupakan sektor manufaktur penting di Indonesia. Namun, proses produksinya menghasilkan limbah cair mengandung bahan organik dan amonia dalam konsentrasi tinggi, yang apabila tidak diolah dengan baik dapat mencemari lingkungan. Selama ini, pengolahan limbah cair industri kayu lapis umumnya dilakukan secara kimiawi, yang meskipun cepat dan efisien dalam jangka pendek, memiliki beberapa kekurangan, seperti tingginya biaya operasional, produksi lumpur kimia yang besar, dan potensi menghasilkan residu berbahaya bagi lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, yaitu pengolahan secara biologis dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persentase penurunan dua jenis media pertumbuhan melekat, yaitu Biogrow dan Kaldness, dalam menurunkan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan amonia pada air limbah industri kayu lapis. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan acak lengkap, menggunakan sistem sinambung selama 10 hari, dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Proses pengolahan dilakukan dalam skala kecil (miniplan) dengan sistem pertumbuhan melekat, dan persentase penurunan pengolahan dianalisis berdasarkan persentase penurunan COD dan amonia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Biogrow lebih efisien dibandingkan Kaldness, dengan persentase penurunan penurunan COD mencapai 72,73% dan amonia sebesar 52,23%, sedangkan Kaldness hanya menurunkan COD sebesar 62,57% dan amonia sebesar 39,84%. Persentase penurunan yang lebih tinggi pada Biogrow diduga disebabkan oleh luas permukaan media yang lebih besar serta struktur yang mendukung pertumbuhan biofilm dan aktivitas mikroorganisme. Kesimpulannya, Biogrow lebih unggul dalam meningkatkan persentase penurunan pengolahan air limbah industri kayu lapis secara biologis dibandingkan Kaldness, dan berpotensi menjadi alternatif media pengolahan limbah yang lebih efisien dan berkelanjutan.