Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh persepsi keamanan terhadap niat perilaku dalam menggunakan layanan perbankan digital dengan memasukkan kepercayaan digital dan persepsi kegunaan sebagai variabel mediasi, serta literasi keuangan sebagai variabel moderasi. Pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal digunakan dalam penelitian ini, dengan responden masyarakat di Kota Denpasar yang aktif menggunakan layanan perbankan digital. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi keamanan berpengaruh positif terhadap kepercayaan digital, sementara kepercayaan digital dan persepsi kegunaan secara signifikan meningkatkan niat perilaku. Kepercayaan digital berperan sebagai mediator penuh antara persepsi keamanan dan niat perilaku, yang mengindikasikan bahwa keamanan teknis harus diterjemahkan menjadi kepercayaan psikologis sebelum dapat membentuk niat pengguna. Selain itu, literasi keuangan memperkuat hubungan antara kepercayaan digital dan niat perilaku, yang menunjukkan bahwa pemahaman keuangan yang memadai meningkatkan efektivitas kepercayaan dalam mendorong minat bertransaksi. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi faktor fungsional, psikologis, dan kognitif dalam mendorong penggunaan perbankan digital. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap model adopsi teknologi serta implikasi praktis bagi pengelola dan regulator perbankan digital dalam merancang strategi komunikasi keamanan, edukasi pengguna, dan kebijakan yang mendukung ekosistem keuangan digital yang lebih aman dan inklusif.  Kata kunci: niat perilaku; kepercayaan digital; literasi keuangan; persepsi keamanan; persepsi kegunaan