Hayane Adeline Warganegara
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERCONTOHAN PEMBIBITAN TANAMAN ALPUKAD DENGAN CARA GRAFTING DI KELOMPOK WANITA TANI SIDO MAKMUR RAJABASA JAYA BANDARLAMPUNG Rugayah; Hayane Adeline Warganegara; Agus karyanto; Nanik Sriyani
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat FP Unila, Edisi Maret 2026
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v5i1.12975

Abstract

Kelompok wanita  tani Sido Makmur telah memenangkan lomba pemanfaatan pekarangan tingkat Kota Bandar Lampung dengan komoditas berbagai jenis tanaman sayuran. Namun belum memahami dalam budidaya tanaman buah, terutama untuk mendapatkan bibit yang bermutu. Pengusahaan bibit bermutu dari tanaman buah yang potensial sangat menjanjikan untuk tambahan penghasilan keluarga atau untuk ditanam di pekarangan sebagai pemenuhan gizi keluarga. Hal ini penting karena mereka dalam bertanam sayuran tidak kontinyu terutama pada musim kemarau, sehingga dalam pemanfaatan pekarangan kurang optimal. Karena itu untuk menambah wawasan dalam bertanam, terutama pembibitan tanaman alpukat yang sangat potensi dan punya nilai jual tinggi sangatlah tepat. Kegiatan ini dipilih berdasarkan permintaan ketua kelompok tani Sido Makmur karena tanaman ini dapat berbuah terus tanpa mengenal musim dan laku dijual di pasaran dengan harga cukup tinggi, sekiatar Rp 20.000,00- Rp 25.000,00 per kilogram.  Bentuk kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan tentang pemilihan biji bermutu dan penyemaian, pengenalan pembibitan alpukat cara grafting, pemeliharaan hasil pembibitan, dan teknik pemasaran secara online. Mereka juga dibekali ketrampilan mengusahakan bibit tanaman alpukat dengan cara grafting dan pemeliharaannya. Peserta yang hadir berjumlah 14 orang dan mayoritas kelompok usia 40 tahun. Hasil evaluasi awal mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena bisa menjadi bekal usaha tamabahan penghasilan dan saat ini tanaman alpukat menjadi booming. Namun keterampilan mereka dalam menyambung alpukat masih sangat minim, hanya 8,3% dari 12 batang yang disambung baru berhasil 1 batang.