Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan. Dalam mendukung hal tersebut pemerintah mengembangkan Program Pekarangan Pangan Lestari sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan, khususnya melalui Kelompok Wanita Tani. Keberhasilan Program P2L sangat ditentukan oleh partisipasi aktif anggota KWT, yang dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi dan motivasi. Namun, di Kelurahan Gununggede terjadi penurunan jumlah anggota KWT dari tahun ke tahun yang berpotensi menghambat keberlanjutan program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana faktor sosial ekonomi, motivasi, dan partisipasi anggota KWT, serta menganalisis pengaruh faktor sosial ekonomi dan motivasi terhadap partisipasi anggota KWT dalam Program P2L. Penelitian dilaksanakan di KWT Afyussalam dan KWT Lestari dengan jumlah responden sebanyak 35 orang menggunakan metode sensus. Analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sosial ekonomi anggota KWT didominasi oleh pendidikan lulusan SD-SMP, pendapatan kurang dari Rp1.500.000 per bulan, jumlah tanggungan keluarga 4–6 orang, serta status pekerjaan non formal. Motivasi anggota KWT terhadap Program P2L tergolong tinggi, terdiri atas motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Partisipasi anggota KWT juga berada pada kategori tinggi. Selain itu, hasil analisis regresi menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap partisipasi anggota KWT dalam Program P2L baik secara simultan maupun parsial.