Salah satu agroindustri pangan tradisional yang berkembang di Kabupaten Ciamis adalah usaha rengginang berbahan baku beras ketan. Namun demikian, keberlanjutan usaha agroindustri rumah tangga sangat dipengaruhi oleh efisiensi biaya produksi, besarnya penerimaan, serta tingkat kelayakan usaha secara finansial. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis struktur biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan pada agroindustri Rengginang Fajar di Desa Bojongmengger, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis; serta (2) menganalisis tingkat kelayakan usaha berdasarkan nilai Revenue Cost Ratio (R/C). Metode penelitianyangdigunakan adalahmetodedeskriptifdengan pendekatan studi kasus.Teknik penentuan responden dilakukan secara purposive sampling dengan satu pelaku usaha sebagai responden utama. Data yang digunakan meliputi data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung, serta data sekunder dari literatur dan instansi terkait. Analisis data dilakukan melalui perhitungan biaya produksi, penerimaan usaha, pendapatan usaha, serta analisis kelayakan menggunakan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi agroindustri rengginang sebesar Rp868.697,02 per periode produksi, dengan total penerimaan sebesar Rp1.092.000,00 dan pendapatan usaha sebesar Rp223.302,98. Nilai Revenue Cost Ratio (R/C) yang diperoleh sebesar 1,26, yang menunjukkan bahwa setiap Rp1,00 biaya yang dikeluarkan mampu menghasilkan penerimaan sebesar Rp1,26. Hal ini mengindikasikan bahwa agroindustri Rengginang Fajar layak dan menguntungkan secara finansial untuk dijalankan dan dikembangkan..