Asep Matin
Program Magister Agribisnis, Universitas Siliwangi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MODEL PENGEMBANGAN PENYULUHAN PARTISIPATIF MODEL OF PARTICIPATORY AGRICULTURAL EXTENSION DEVELOPMENT Asep Matin; Dedi Djuliansah; Riantin Hikmah Widi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.24382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyelenggaraan penyuluhan pertanian partisipatif serta merumuskan model implementatif penyuluhan partisipatif di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian menggunakan metode survei eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif dan analisis Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS). Jumlah responden sebanyak 120 petani yang ditentukan melalui teknik multistage cluster random sampling. Variabel yang dianalisis meliputi karakteristik penyuluh, karakteristik sasaran, kelembagaan penyuluhan, sistem kerja penyuluhan, partisipasi petani, serta kinerja penyelenggaraan penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik penyuluh berada pada kategori baik, sedangkan karakteristik sasaran didominasi oleh petani usia produktif dengan tingkat pendidikan dasar hingga menengah dan penguasaan lahan relatif sempit. Kelembagaan penyuluhan tergolong cukup baik namun masih memerlukan penguatan, terutama pada aspek organisasi dan sarana prasarana, sementara sistem kerja belum optimal dalam mendukung efektivitas penyuluhan. Hasil analisis SEM menunjukkan bahwa karakteristik penyuluh, karakteristik sasaran, kelembagaan penyuluhan, dan sistem kerja penyuluhan berpengaruh signifikan terhadap partisipasi petani dan kinerja penyelenggaraan penyuluhan, dimana partisipasi petani berperan sebagai variabel mediasi utama. Model implementatif yang dihasilkan menegaskan bahwa peningkatan partisipasi petani menjadi kunci dalam meningkatkan kinerja penyuluhan pertanian secara berkelanjutan.Â