Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi posisi sektor pertanian dalam struktur ekonomi Provinsi Banten serta mengkaji prospek pertumbuhannya berdasarkan pergeseran struktural yang terjadi selama periode 2015–2024. Sektor pertanian memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan, menyediakan lapangan kerja, dan mendorong pembangunan berbasis potensi lokal. Namun, transformasi struktural yang terus berlangsung seiring pertumbuhan ekonomi dapat mengurangi peranan sektor ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis Location Quotient (LQ) untuk menentukan apakah sektor pertanian berfungsi sebagai sektor basis atau non-basis, serta analisis Shift-Share untuk menilai dinamika perubahan dan kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dibandingkan sektor lainnya. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan tahun 2010 selama periode 2015–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di sebagian besar wilayah Provinsi Banten, sektor pertanian diklasifikasikan sebagai sektor non-basis, yang mengindikasikan kontribusi relatif lebih kecil terhadap perekonomian daerah dibandingkan rata-rata nasional. Meskipun demikian, analisis shift-share menunjukkan bahwa di beberapa wilayah, sektor pertanian tetap menunjukkan pertumbuhan positif, yang mengindikasikan adanya potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Oleh karena itu, meskipun mengalami pergeseran, sektor pertanian tetap memiliki arti strategis dan perlu didukung melalui kebijakan pembangunan yang menekankan keunggulan lokal dan keberlanjutan,