Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peran Sektor Pertanian Dalam Perekonomian Provinsi Banten Aris Muchendar; Aliudin Aliudin; Dian Anggraeni
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jat.v13i2.9875

Abstract

Development of agriculture until nowdays played important role in Banten province eonomy. this research aims to analyze the role of economic sector in  Banten province and analyze the linkages of economic sectors to other  economy sector in banten province. the analytical method used in this reseach quantitative analysis using input-output analysis. the analysis showed that  livestock subsector has a higher value backward lingkages  is 1.5319. Meanwhile plantfood sector has a higher value forward lingkage  in agriculture sector is 1,6734.  livestock subsector are the only one subsector in agriculture  who has distribution index value and sensitivity of dispersion (>1) and in first quadran.
Simbionik: Pengembangan Teknologi Tepat Guna yang Tepat dan Mudah sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Keluarga Mas Bayu Syamsunarno; Aris Munandar; Andi Aprainy Fatmawaty; Dian Anggraeni
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 4 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v12i4.7117

Abstract

Desa Banyuremsi termasuk ke dalam kawasan perdesaan prioritas nasional yang terletak di Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang. Desa Banyuresmi termasuk ke dalam lahan marginal atau kekurangan air. Hal ini merupakan salah satu hambatan untuk berkembangnya sektor pertanian dan perikanan. Hal tersebut semakin terasa terkait kondisi terkini di masa pandemik, beberapa masyarakat ada yang diputuskan atau dirumahkan dalam pekerjaannya. Teknologi simbionik dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan yang dialami masyarakat Banyuresmi. Simbionik merupakan sistem budidaya organik yang mengintegrasikan ikan dan sayuran dalam ember dengan kondisi terkontrol. Tahapan pelaksanaan dalam penerapan teknologi simbionik adalah persiapan alat dan bahan, penerapan teknologi simbionik, pelatihan pengolahan produk berbasis ikan lele. Hasil monitoring dan evaluasi selama 6 minggu menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pertumbuhan ikan lele, walaupun kurang signifikan. Pertumbuhan ikan lele pada kelompok 1 dan 2 mencapai 41% dan 66%. Amoniak dan TDS merupakan parameter yang menunjukkan kebutuhan C dan N yang dimanfaatkan untuk pertumbuhan kangkung pada sistem Simbionik ini. Pada monev 2, proses pemanenan dilakukan pada umur kurang lebih 30 hari dengan tinggi 30 cm. Penerapan sistem Simbionik dapat mengoptimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah masyarakat di Desa Banyuresmi. Sistem Simbionik dapat diterapkan oleh masyarakat karena mudah dan murah untuk diterapkan di sekitar pekarangan rumahnya.
PENGARUH VARIASI KAPASITAS PEMANAS TERHADAP KONDISI SUHU DAN KELEMBABAN SERTA DURASI PEMANASAN PADA SCREENHOUSE BERBASIS EVAPORATIVE COOLING SYSTEM Wirenda Sekar Ayu; Muhamad Anda Falahuddin; Windy Hermawan Mitrakusuma; Dian Anggraeni
Jurnal Teknologi Terapan Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/jtt.v9i1.461

Abstract

The unpredictable weather changes in Indonesia cause various problems for the agricultural sector. One of which is the decline in productivity of farmers' crops up to 40% which is caused by non-optimal environmental conditions during the plant growth process. To be able to adapt to these conditions, it is necessary to have an optimal system of environmental conditioning for plant growth. In this research, a screenhouse temperature and humidity conditioning system was designed for the growth of tomato plants as a horticultural commodity with high potential and high economic value in Indonesia. The system design is modeled and tested through simulation on Vensim software by varying the furnace capacity by 4oC/hour, 6oC/hour, and 10oC/hour in order to see its effect on the internal screenhouse temperature and heating duration. Based on the simulation results of system design, the heating rate and duration for each furnace capacity variation are 4.74oC/hour (135 minutes per cycle), 6.9oC/hour (75 minutes per cycle), and 11.76oC/hour (45 minutes per cycle). The furnace capacity value of 10oC/hour is considered to be optimal and more energy efficient because it only requires a heating process for 180 minutes per day to maintain the screenhouse internal temperature in optimal temperature range for tomato plant growth, which is 18 - 24 oC with an offside value of ±0.5 oC. The stable cooling rate value for this system is in the range of 1 – 1.8oC/hour.
NILAI TAMBAH PENGOLAHAN JAMUR TIRAM MENJADI JAMUR CRISPY: STUDI KASUS CV. KHAIRA BUANA MAS Silfi Safinah; Sumantri Tresna Ari; Dian Anggraeni
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v7i2.36691

Abstract

Jamur tiram memiliki keunggulan karena mudah dibudidayakan dan diminati sebagai sumber protein alternatif. Namun, komoditas ini bersifat mudah rusak sehingga memerlukan pengolahan pascapanen untuk memperpanjang daya simpan dan meningkatkan nilai jual. Produk olahan seperti jamur krispi menjadi salah satu inovasi untuk menciptakan nilai tambah. Kabupaten Kulon Progo memiliki potensi besar dalam produksi jamur tiram yang mendorong tumbuhnya agroindustri lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) proses pengolahan jamur tiram menjadi jamur krispi, (2) nilai tambah yang dihasilkan, dan (3) pendapatan dari kegiatan pengolahan. Penelitian dilaksanakan di CV Khaira Buana Mas pada bulan Oktober 2024 hingga April 2025 dengan menggunakan metode deskriptif melalui survei dan studi kasus. Analisis data meliputi analisis deskriptif, analisis nilai tambah dengan metode Hayami, dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan dilakukan secara semi-modern dengan pendekatan industri rumah tangga. Nilai tambah yang dihasilkan sebesar Rp 96.212 per kilogram dengan rasio 48%, yang menunjukkan bahwa usaha pengolahan jamur tiram menjadi jamur krispi termasuk dalam kategori usaha bernilai tambah tinggi. Oyster mushrooms have the advantage of being easy to cultivate and are in demand as an alternative protein source. However, this commodity is highly perishable and requires post-harvest processing to extend shelf life and increase market value. Processed products such as crispy mushrooms serve as an innovative solution to create added value. Kulon Progo Regency has great potential for oyster mushroom production, which has encouraged the growth of local agro-industries. This study aims to analyze (1) the processing of oyster mushrooms into crispy mushrooms, (2) the added value generated, and (3) the income from processing activities. The research was conducted at CV Khaira Buana Mas from October 2024 to April 2025 using a descriptive approach through surveys and a case study. The analysis included descriptive analysis, value-added analysis using the Hayami method, and income analysis. The results showed that processing was carried out semi-modernly using a home-industry approach. The added value generated amounted to IDR 96,212 per kilogram with a ratio of 48%, indicating that the oyster mushroom processing business falls into the high value-added category.
POTENSI DAN PERGESERAN PADA SEKTOR PERTANIAN DI PROVINSI BANTEN Kevin Chandra Dio; Aris Supriyo Wibowo; Dian Anggraeni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.23891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi posisi sektor pertanian dalam struktur ekonomi Provinsi Banten serta mengkaji prospek pertumbuhannya berdasarkan pergeseran struktural yang terjadi selama periode 2015–2024. Sektor pertanian memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan, menyediakan lapangan kerja, dan mendorong pembangunan berbasis potensi lokal. Namun, transformasi struktural yang terus berlangsung seiring pertumbuhan ekonomi dapat mengurangi peranan sektor ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis Location Quotient (LQ) untuk menentukan apakah sektor pertanian berfungsi sebagai sektor basis atau non-basis, serta analisis Shift-Share untuk menilai dinamika perubahan dan kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dibandingkan sektor lainnya. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan tahun 2010 selama periode 2015–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di sebagian besar wilayah Provinsi Banten, sektor pertanian diklasifikasikan sebagai sektor non-basis, yang mengindikasikan kontribusi relatif lebih kecil terhadap perekonomian daerah dibandingkan rata-rata nasional. Meskipun demikian, analisis shift-share menunjukkan bahwa di beberapa wilayah, sektor pertanian tetap menunjukkan pertumbuhan positif, yang mengindikasikan adanya potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Oleh karena itu, meskipun mengalami pergeseran, sektor pertanian tetap memiliki arti strategis dan perlu didukung melalui kebijakan pembangunan yang menekankan keunggulan lokal dan keberlanjutan,
Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pada UMKM Bolu Pisang Ibu Onih Alya Assyifa Fajrin; Dian Anggraeni; Sulaeni Sulaeni; Yeni Budiawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i1.22676

Abstract

Pengendalian persediaan merupakan aspek krusial dalam operasional usaha, terutama yang menggunakan bahan baku mudah rusak (perishable raw materials) seperti produk pertanian. UMKM Bolu Pisang Ibu Onih menggunakan bahan baku pisang ambon lumut yang mudah busuk, dan dalam operasionalnya, UMKM ini pernah mengalami kerugian akibat persediaan yang berlebih dan membusuk. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah persediaan dan frekuensi pemesanan bahan baku pisang ambon lumut yang optimal untuk meminimalisir kerugian dan meningkatkan efisiensi usaha. Metode yang digunakan adalah model Economic Order Quantity (EOQ) yang dimodifikasi untuk produk mudah rusak (EOQ Perishable), disertai dengan perhitungan Safety Stock (SS), berdasarkan data operasional selama satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan model EOQ, jumlah persediaan optimal adalah 371 kg per pemesanan, frekuensi pemesanan sebanyak 91 kali per tahun, dan jumlah persediaan pengaman (Safety Stock) yang dibutuhkan adalah 285 kg. Penerapan model EOQ ini terbukti dapat menurunkan total biaya persediaan sebesar Rp 3.761.468.