Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara komprehensif peran spiritualitas dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa tingkat akhir melalui metode literature review. Kajian ini dilakukan dengan mengidentifikasi dan merangkum berbagai literatur yang relevan menggunakan panduan PRISMA sebagaimana dijelaskan oleh Ferrari (2015), yang menekankan pentingnya strategi pencarian literatur melalui database, penggunaan kata kunci yang tepat, serta penerapan kriteria inklusi dan eksklusi. Proses pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar dengan kata kunci “mahasiswa”, “spiritualitas”, “psikologi”, dan “Indonesia”. Kriteria inklusi mencakup artikel nasional maupun internasional yang berfokus pada spiritualitas, mahasiswa, dan kesehatan mental, dipublikasikan dalam rentang waktu 2021–2026, serta tersedia dalam bentuk teks penuh. Adapun kriteria eksklusi meliputi artikel yang tidak sesuai dengan topik, diterbitkan sebelum tahun 2021, atau tidak tersedia dalam bentuk teks penuh. Tahapan penelitian meliputi kajian tema, penetapan kriteria, pencarian artikel, ekstraksi data, analisis, serta penyusunan hasil dan kesimpulan. Dari sepuluh artikel yang ditargetkan, penelitian ini memperoleh tujuh artikel yang memenuhi kriteria. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa spiritualitas berperan signifikan dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa tingkat akhir, khususnya dalam menghadapi tekanan akademik, pengerjaan skripsi, dan tantangan emosional. Praktik spiritual seperti doa, meditasi, dan refleksi diri terbukti memberikan ketenangan batin, meningkatkan resiliensi, serta memperkuat kesejahteraan psikologis. Selain itu, spiritualitas juga berfungsi sebagai strategi koping yang efektif dalam mencegah burnout, mengurangi stres, dan meningkatkan motivasi akademik. Mahasiswa dengan tingkat spiritualitas yang tinggi cenderung memiliki kemampuan lebih baik dalam mengelola emosi, menghadapi hambatan akademik, serta menemukan makna dalam proses pendidikan. Temuan ini sejalan dengan penelitian Weber & Pargament (2014) yang menegaskan bahwa spiritualitas dapat memengaruhi tinggi rendahnya kesehatan mental, dan dalam perkembangan terbaru justru memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan sosial, emosional, serta kualitas hidup.