Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Transformasi Digital melalui Sistem Informasi Manajemen di Sektor Kesehatan: Peluang dan Tantangan di Era Industry 4.0 Nanda Argaswari Yurez; Muthia Prajuwita; Rizka Novriana; Budi Hartono
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.179

Abstract

Era Revolusi Industri 4.0 mendorong transformasi digital di sektor kesehatan melalui integrasi teknologi seperti artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan big data. Artikel ini bertujuan mengkaji peluang, tantangan, dan strategi transformasi digital melalui Sistem Informasi Manajemen (SIM) kesehatan di era Industry 4.0 menggunakan pendekatan narrative literature review terhadap 11 artikel ilmiah terindeks Scopus, PubMed, dan Sinta periode 2021–2025. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa transformasi digital menawarkan peluang signifikan dalam peningkatan efisiensi layanan, perluasan akses melalui telemedicine, penguatan surveilans berbasis data, serta optimalisasi pengelolaan sumber daya manusia kesehatan. Namun, implementasinya masih terhambat oleh kesenjangan infrastruktur TIK, keterbatasan kompetensi SDM digital, fragmentasi sistem informasi, serta tata kelola regulasi data yang belum optimal. Kondisi ini berimplikasi pada keselamatan pasien dan memerlukan strategi berjenjang yang melibatkan penguatan infrastruktur, pengembangan SDM, standardisasi interoperabilitas, dan harmonisasi kebijakan. Keberhasilan transformasi digital tidak semata ditentukan oleh ketersediaan teknologi, melainkan juga oleh kesiapan SDM, pemerataan infrastruktur, dan kebijakan yang adaptif.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Penerapan Sistem Informasi Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama Rizka Novriana; Randi Ari Wibowo; M Tsqif Hendra; Budi Hartono
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.189

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi dalam sistem pelayanan kesehatan, termasuk di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP) seperti Puskesmas. Namun, keberhasilan penerapan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tenaga kesehatan, petugas rekam medis, operator sistem, serta pihak manajemen. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan SIK dipengaruhi oleh enam faktor utama, yaitu teknologi, sumber daya manusia, organisasi dan manajemen, kebijakan dan regulasi, pendanaan, serta budaya kerja dan penerimaan pengguna. Selain itu, keberhasilan implementasi SIK juga ditentukan oleh kesiapan FKTP dalam melalui tahapan implementasi yang sistematis, meliputi analisis kesiapan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan infrastruktur, penguatan manajemen, implementasi bertahap, serta penguatan budaya kerja digital. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan SIK merupakan hasil dari sinergi faktor teknis dan non-teknis yang didukung oleh proses implementasi yang terstruktur. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komprehensif dan terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penerapan SIK di FKTP.
Transformasi Digital melalui Sistem Informasi Manajemen di Sektor Kesehatan: Peluang dan Tantangan di Era Industry 4.0 Nanda Argaswari Yurez; Muthia Prajuwita; Rizka Novriana; Budi Hartono
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.179

Abstract

Era Revolusi Industri 4.0 mendorong transformasi digital di sektor kesehatan melalui integrasi teknologi seperti artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan big data. Artikel ini bertujuan mengkaji peluang, tantangan, dan strategi transformasi digital melalui Sistem Informasi Manajemen (SIM) kesehatan di era Industry 4.0 menggunakan pendekatan narrative literature review terhadap 11 artikel ilmiah terindeks Scopus, PubMed, dan Sinta periode 2021–2025. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa transformasi digital menawarkan peluang signifikan dalam peningkatan efisiensi layanan, perluasan akses melalui telemedicine, penguatan surveilans berbasis data, serta optimalisasi pengelolaan sumber daya manusia kesehatan. Namun, implementasinya masih terhambat oleh kesenjangan infrastruktur TIK, keterbatasan kompetensi SDM digital, fragmentasi sistem informasi, serta tata kelola regulasi data yang belum optimal. Kondisi ini berimplikasi pada keselamatan pasien dan memerlukan strategi berjenjang yang melibatkan penguatan infrastruktur, pengembangan SDM, standardisasi interoperabilitas, dan harmonisasi kebijakan. Keberhasilan transformasi digital tidak semata ditentukan oleh ketersediaan teknologi, melainkan juga oleh kesiapan SDM, pemerataan infrastruktur, dan kebijakan yang adaptif.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Penerapan Sistem Informasi Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama Rizka Novriana; Randi Ari Wibowo; M Tsqif Hendra; Budi Hartono
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.189

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi dalam sistem pelayanan kesehatan, termasuk di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP) seperti Puskesmas. Namun, keberhasilan penerapan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tenaga kesehatan, petugas rekam medis, operator sistem, serta pihak manajemen. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan SIK dipengaruhi oleh enam faktor utama, yaitu teknologi, sumber daya manusia, organisasi dan manajemen, kebijakan dan regulasi, pendanaan, serta budaya kerja dan penerimaan pengguna. Selain itu, keberhasilan implementasi SIK juga ditentukan oleh kesiapan FKTP dalam melalui tahapan implementasi yang sistematis, meliputi analisis kesiapan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan infrastruktur, penguatan manajemen, implementasi bertahap, serta penguatan budaya kerja digital. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan SIK merupakan hasil dari sinergi faktor teknis dan non-teknis yang didukung oleh proses implementasi yang terstruktur. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komprehensif dan terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penerapan SIK di FKTP.