Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengelolaan Linen di Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada Tembilahan Tahun 2022 Dessy Srikandi; Tin Gustina; Budi Hartono
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.056 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.9516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan linen di Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada (RSUDPH)Tembilahan Tahun 2022, menggunakan disain kualitatif, dilakukan bulan April-Mei 2022 dengan Informan sebanyak 10 orang yang terdiri dari petugas laundry, kepala ruangan laundry, perawat ruang rawat inap dan pasien. Pengumpulan data dilakuakn dengan observasi, wawancara dan telusur dokumen. Data dianalisis menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara umum laundry siap pakai belum memenuhi kecukupan kuantitas dan kualitas, durasi terpasang dan ganti seprai melebihi waktu standar, terlihat ada noda dan tidak wangi. Personil pekerja laundry belum mempunyai pengetahuan dan keterampilan, waktu kerja belum sesuai ketentuan, penganggaran untuk laundry belum mencukupi, sarana prasarana mesin cuci dan mesin pengering masih kurang tidak ada mesin setrika, limbah laundry belum dikelola dengan baik. Standar Operasional Prosedur (SOP) beberapa kegiatan sudah ada namun belum semua dapat terlihat, belum dipahami dan ditaati oleh petugas. Pemisahan laundry infeksius dan non infeksius belum tegas hanya berdasardasarkan organoleptik. Kepada manajemen RSUDPH Tembilahan agar menerbitkan dan menertibkan hak dan kewajiban petugas laundry, menyiapkan SOP, kalkulasi laundry elektronik, melakukan monitoring dan evaluasi kinerja pada bagian laundry, penegasan sangsi dan penghargaan, memfasilitasi belajar serta menciptakan Team work yang berakhlak. Petugas laundry harus selalu belajar membekali diri dengan pengetahuan dan kompetensi terkait laundry, melaksanakan tugas dan hak dengan disiplin.
Transformasi Digital melalui Sistem Informasi Manajemen di Sektor Kesehatan: Peluang dan Tantangan di Era Industry 4.0 Nanda Argaswari Yurez; Muthia Prajuwita; Rizka Novriana; Budi Hartono
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.179

Abstract

Era Revolusi Industri 4.0 mendorong transformasi digital di sektor kesehatan melalui integrasi teknologi seperti artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan big data. Artikel ini bertujuan mengkaji peluang, tantangan, dan strategi transformasi digital melalui Sistem Informasi Manajemen (SIM) kesehatan di era Industry 4.0 menggunakan pendekatan narrative literature review terhadap 11 artikel ilmiah terindeks Scopus, PubMed, dan Sinta periode 2021–2025. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa transformasi digital menawarkan peluang signifikan dalam peningkatan efisiensi layanan, perluasan akses melalui telemedicine, penguatan surveilans berbasis data, serta optimalisasi pengelolaan sumber daya manusia kesehatan. Namun, implementasinya masih terhambat oleh kesenjangan infrastruktur TIK, keterbatasan kompetensi SDM digital, fragmentasi sistem informasi, serta tata kelola regulasi data yang belum optimal. Kondisi ini berimplikasi pada keselamatan pasien dan memerlukan strategi berjenjang yang melibatkan penguatan infrastruktur, pengembangan SDM, standardisasi interoperabilitas, dan harmonisasi kebijakan. Keberhasilan transformasi digital tidak semata ditentukan oleh ketersediaan teknologi, melainkan juga oleh kesiapan SDM, pemerataan infrastruktur, dan kebijakan yang adaptif.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Penerapan Sistem Informasi Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama Rizka Novriana; Randi Ari Wibowo; M Tsqif Hendra; Budi Hartono
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.189

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi dalam sistem pelayanan kesehatan, termasuk di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP) seperti Puskesmas. Namun, keberhasilan penerapan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tenaga kesehatan, petugas rekam medis, operator sistem, serta pihak manajemen. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan SIK dipengaruhi oleh enam faktor utama, yaitu teknologi, sumber daya manusia, organisasi dan manajemen, kebijakan dan regulasi, pendanaan, serta budaya kerja dan penerimaan pengguna. Selain itu, keberhasilan implementasi SIK juga ditentukan oleh kesiapan FKTP dalam melalui tahapan implementasi yang sistematis, meliputi analisis kesiapan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan infrastruktur, penguatan manajemen, implementasi bertahap, serta penguatan budaya kerja digital. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan SIK merupakan hasil dari sinergi faktor teknis dan non-teknis yang didukung oleh proses implementasi yang terstruktur. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komprehensif dan terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penerapan SIK di FKTP.
Transformasi Digital melalui Sistem Informasi Manajemen di Sektor Kesehatan: Peluang dan Tantangan di Era Industry 4.0 Nanda Argaswari Yurez; Muthia Prajuwita; Rizka Novriana; Budi Hartono
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.179

Abstract

Era Revolusi Industri 4.0 mendorong transformasi digital di sektor kesehatan melalui integrasi teknologi seperti artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan big data. Artikel ini bertujuan mengkaji peluang, tantangan, dan strategi transformasi digital melalui Sistem Informasi Manajemen (SIM) kesehatan di era Industry 4.0 menggunakan pendekatan narrative literature review terhadap 11 artikel ilmiah terindeks Scopus, PubMed, dan Sinta periode 2021–2025. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa transformasi digital menawarkan peluang signifikan dalam peningkatan efisiensi layanan, perluasan akses melalui telemedicine, penguatan surveilans berbasis data, serta optimalisasi pengelolaan sumber daya manusia kesehatan. Namun, implementasinya masih terhambat oleh kesenjangan infrastruktur TIK, keterbatasan kompetensi SDM digital, fragmentasi sistem informasi, serta tata kelola regulasi data yang belum optimal. Kondisi ini berimplikasi pada keselamatan pasien dan memerlukan strategi berjenjang yang melibatkan penguatan infrastruktur, pengembangan SDM, standardisasi interoperabilitas, dan harmonisasi kebijakan. Keberhasilan transformasi digital tidak semata ditentukan oleh ketersediaan teknologi, melainkan juga oleh kesiapan SDM, pemerataan infrastruktur, dan kebijakan yang adaptif.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Penerapan Sistem Informasi Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama Rizka Novriana; Randi Ari Wibowo; M Tsqif Hendra; Budi Hartono
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.189

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi dalam sistem pelayanan kesehatan, termasuk di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP) seperti Puskesmas. Namun, keberhasilan penerapan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tenaga kesehatan, petugas rekam medis, operator sistem, serta pihak manajemen. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan SIK dipengaruhi oleh enam faktor utama, yaitu teknologi, sumber daya manusia, organisasi dan manajemen, kebijakan dan regulasi, pendanaan, serta budaya kerja dan penerimaan pengguna. Selain itu, keberhasilan implementasi SIK juga ditentukan oleh kesiapan FKTP dalam melalui tahapan implementasi yang sistematis, meliputi analisis kesiapan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan infrastruktur, penguatan manajemen, implementasi bertahap, serta penguatan budaya kerja digital. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan SIK merupakan hasil dari sinergi faktor teknis dan non-teknis yang didukung oleh proses implementasi yang terstruktur. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komprehensif dan terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penerapan SIK di FKTP.