Ketersediaan infrastruktur broadband berbasis serat optik di Nagari Koto Dalam, Kecamatan VII Koto Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman masih terbatas, khususnya pada Korong Padang Kabau dan Korong Durian Ambalau yang belum terlayani jaringan Fiber To The Home (FTTH). Penelitian ini bertujuan merancang dan menganalisis jaringan FTTH berbasis Gigabit Passive Optical Network (GPON) untuk mendukung penyediaan akses internet yang stabil dan berkapasitas tinggi. Metode penelitian menggunakan Network Development Life Cycle (NDLC) yang meliputi tahap analysis, design, dan simulation prototype. Pemetaan wilayah dilakukan menggunakan Google Earth Pro, desain teknis jaringan menggunakan AutoCAD, sedangkan simulasi performansi dilakukan menggunakan OptiSystem pada arah downlink dengan panjang gelombang 1490 nm. Rancangan jaringan menggunakan topologi tree passive network yang terdiri dari satu mini OLT, 5 splitter 1:4 pada ODC, 17 ODP dengan splitter 1:8, dan 58 tiang untuk melayani 133 homepass. Jalur feeder dari STO Telkom Sicincin menuju mini OLT memiliki panjang 13,195 km, sedangkan feeder dari mini OLT menuju ODC sepanjang 696 meter. Analisis performansi pada hasil simulasi meliputi Link Power Budget (LPB), Bit Error Rate (BER), dan Q-Factor pada ODP terdekat, tengah, dan terjauh. Hasil simulasi menunjukkan nilai LPB berkisar antara -16,515 hingga -16,603 dBm, BER sebesar 1,68087 × 10⁻⁵¹ hingga 1,69273 × 10⁻⁵⁷, dan Q-Factor sebesar 15,0516 hingga 15,939. Seluruh parameter tersebut memenuhi standar kelayakan GPON, sehingga rancangan jaringan dinyatakan layak untuk diterapkan. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan jaringan FTTH berbasis GPON di Nagari Koto Dalam untuk mendukung peningkatan kualitas layanan akses internet broadband bagi masyarakat.