p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AGRIKA
Elik Murni Ningtias NIngsih
Program Studi Agroteknologi Universitas Widya Gama Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH BERBAGAI POC CAMPURAN DAUN KELOR (Moringa oleifera) DAN AIR KELAPA (Cocos nucifera, L.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica rapa var. parachinensis) Armed Armed; Elik Murni Ningtias NIngsih; Tri Wardhani; Toto Suharjanto
Agrika Vol. 20 No. 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v20i1.7654

Abstract

Tanaman sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis) adalah komoditas sayuran yang banyak dikonsumsi.  Ketergantungan pada pemakaian pupuk kimia dengan kenaikan harga pupuk menjadi penyebab turunnya produktivitas tanaman sawi. Pemakaian pupuk organik dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan hasil tanaman sawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair (POC) campuran daun kelor (Moringa oleifera) dan air kelapa (Cocos nucifera, L.) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktor tunggal terdiri dari  lima taraf konsentrasi POC yaitu K0 (kontrol), K1 (50%), K2 (60%), K3 (70%), dan K4 (80%) dengan empat ulangan.  Analisa data menggunakan analisa of variance. Jika perlakuan menunjukkan pengaruh nyata dilanjutkan dengan kontras orthogonal. Variabel pengamatan terdiri dari panjang tanaman, jumlah daun, luas daun dan hasil tanaman pada parameter luas daun, bobot segar, dan bobot kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC campuran kelor+air kelapa meningkatkan panjang tanaman sejak 14 HST dan berdampak nyata pada luas daun, berat segar, dan berat kering pada 28 HST. Konsentrasi POC daun kelor+air kelapa 70% dapat meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan hasil sawi hijau. Perlakuan K3 (70%) adalah konsentrasi optimal dengan hasil agronomis tertinggi, dengan luas daun 664.88 cm2, berat segar 64.46 g, dan berat kering 9.20 g.
KAJIAN HUBUNGAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI DENGAN PRODUKSI TANAMAN STROBERI (Fragaria spp.) Yuni Agung Nugroho; Elik Murni Ningtias Ningsih; Mayrini Dwi Kusuma; Ririen Prihandarini
Agrika Vol. 20 No. 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v20i1.7658

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara karakteristik morfologi dan hasil pada tanaman stroberi (Fragaria spp.), dengan fokus pada varietas lokal di Indonesia. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi ciri morfologi kunci yang secara nyata berkontribusi terhadap produksi buah. Dengan menggunakan analisis partial least squares (PLS), penelitian ini menunjukkan bahwa ciri seperti jumlah daun dan jumlah buah memainkan peran penting dalam menentukan jumlah buah/tanaman, diameter buah, dan kadar gula buah stroberi. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari dua belas hubungan antarvariabel yang diuji, enam hubungan terbukti nyata secara statistik pada taraf nyata 5%. Jumlah buah/tanaman berpengaruh negatif nyata terhadap diameter buah, tetapi berpengaruh positif nyata terhadap kadar gula buah. Jumlah daun berpengaruh negatif nyata terhadap bobot buah/tanaman, diameter buah, dan jumlah buah/tanaman. Selain itu, panjang tanaman berpengaruh positif nyata terhadap jumlah buah/tanaman. Sementara itu, hubungan antara bobot buah/tanaman terhadap diameter buah dan kadar gula buah, diameter buah terhadap kadar gula buah, serta pengaruh langsung panjang tanaman terhadap bobot buah, jumlah daun, dan kadar gula buah tidak nyata. Temuan ini menunjukkan bahwa jumlah buah/tanaman dan jumlah daun merupakan variabel penting yang mempengaruhi karakter hasil dan kualitas buah. Secara umum, model PLS menunjukkan adanya hubungan struktural yang kompleks antara pertumbuhan vegetatif dan karakter buah, terutama berkaitan dengan kompetisi sumber daya dalam pembentukan ukuran dan mutu buah.