Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Quantum Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ipas Bagi Siswa Kelas V di Sd Inpres 4/82 Walian Pebiyola Nababan; Supit Pusung; Fonny Katili
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi perubahan wujud benda melalui penerapan model pembelajaran Quantum Learning di kelas V SD Inpres 4/82 Walian. Model Quantum Learning dipilih karena dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, meningkatkan motivasi belajar, serta membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah melalui pengalaman belajar yang interaktif dan bermakna. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penerapan model Quantum Learning dilakukan melalui tahapan TANDUR, yaitu Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SD Inpres 4/82 Walian sebanyak 23 siswa. Teknik analisis data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil observasi ditentukan dengan rumus persentase, yaitu skor yang diperoleh dibagi skor maksimal dikalikan 100%. Sedangkan hasil tes belajar ditentukan dengan rumus ketuntasan belajar, yaitu skor yang diperoleh dibagi skor total dikalikan 100%. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase ketuntasan belajar siswa berdasarkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 75%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, presentase ketuntasan belajar siswa mencapai 60,86% dengan rata-rata nilai sebesar 68,69, setelah dilakukan perbaikan pada siklus II ketuntasan belajar siswa mencapai 86,95% dengan rata-rata nilai mencapai 80. Ketuntasan belajar siswa meningkat, dan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Quantum Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa pada materi perubahan wujud benda.
Penerapan Model Pembelajaran Quantum Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ipas Bagi Siswa Kelas V di Sd Inpres 4/82 Walian Pebiyola Nababan; Supit Pusung; Fonny Katili
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi perubahan wujud benda melalui penerapan model pembelajaran Quantum Learning di kelas V SD Inpres 4/82 Walian. Model Quantum Learning dipilih karena dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, meningkatkan motivasi belajar, serta membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah melalui pengalaman belajar yang interaktif dan bermakna. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penerapan model Quantum Learning dilakukan melalui tahapan TANDUR, yaitu Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SD Inpres 4/82 Walian sebanyak 23 siswa. Teknik analisis data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil observasi ditentukan dengan rumus persentase, yaitu skor yang diperoleh dibagi skor maksimal dikalikan 100%. Sedangkan hasil tes belajar ditentukan dengan rumus ketuntasan belajar, yaitu skor yang diperoleh dibagi skor total dikalikan 100%. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase ketuntasan belajar siswa berdasarkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 75%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, presentase ketuntasan belajar siswa mencapai 60,86% dengan rata-rata nilai sebesar 68,69, setelah dilakukan perbaikan pada siklus II ketuntasan belajar siswa mencapai 86,95% dengan rata-rata nilai mencapai 80. Ketuntasan belajar siswa meningkat, dan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Quantum Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa pada materi perubahan wujud benda.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa Kelas V pada Mata Pelajaran IPAS di SD Inpres 4/82 Walian Lewis Organda Pasaribu; Supit Pusung; Widdy H.F. Rorimpandey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS materi cahaya dan sifatnya melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di kelas V SD Inpres 4/82 Walian. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penerapan model Problem Based Learning dilakukan melalui Orientasi peserta didik pada masalah, Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar, Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Subjek penelitian berjumlah 23 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Teknik analisis data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil observasi ditentukan dengan rumus persentase, yaitu skor yang diperoleh dibagi skor maksimal dikalikan 100%. Sedangkan hasil tes belajar ditentukan dengan rumus ketuntasan belajar, yaitu skor yang diperoleh dibagi skor total dikalikan 100%. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase ketuntasan belajar siswa berdasarkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 75%. Ketuntasan belajar meningkat dari 60,86% dengan rata-rata nilai 68,69 pada siklus I menjadi 86,95% dengan rata-rata nilai 80 pada siklus II. Kemampuan berpikir kritis siswa juga meningkat dari kategori cukup menjadi baik, ditandai dengan meningkatnya kemampuan menganalisis masalah, mengemukakan pendapat, memberikan alasan, dan menarik kesimpulan. Dengan demikian, model Problem Based Learning (PBL) terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD Inpres 4/82 Walian.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa Kelas V pada Mata Pelajaran IPAS di SD Inpres 4/82 Walian Lewis Organda Pasaribu; Supit Pusung; Widdy H.F. Rorimpandey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS materi cahaya dan sifatnya melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di kelas V SD Inpres 4/82 Walian. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penerapan model Problem Based Learning dilakukan melalui Orientasi peserta didik pada masalah, Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar, Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Subjek penelitian berjumlah 23 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Teknik analisis data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil observasi ditentukan dengan rumus persentase, yaitu skor yang diperoleh dibagi skor maksimal dikalikan 100%. Sedangkan hasil tes belajar ditentukan dengan rumus ketuntasan belajar, yaitu skor yang diperoleh dibagi skor total dikalikan 100%. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase ketuntasan belajar siswa berdasarkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 75%. Ketuntasan belajar meningkat dari 60,86% dengan rata-rata nilai 68,69 pada siklus I menjadi 86,95% dengan rata-rata nilai 80 pada siklus II. Kemampuan berpikir kritis siswa juga meningkat dari kategori cukup menjadi baik, ditandai dengan meningkatnya kemampuan menganalisis masalah, mengemukakan pendapat, memberikan alasan, dan menarik kesimpulan. Dengan demikian, model Problem Based Learning (PBL) terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD Inpres 4/82 Walian.