Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upacara Adat Ulaon Saur Matua Masyarakat Batak Toba dalam Mengenang Orang Tua Yang Sudah Meninggal Dunia dan Eksitensinya Dikota Jambi Dikita Handayani Lumban Toruan; Bataris sitanggang; Junita Yosephine Sinurat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.294

Abstract

Indonesia memiliki beragam kekayaan budaya, termasuk dalam hal adat istiadat, seni, bahasa, agama, dan suku. Setiap suku memiliki tradisi dan adat yang unik. Namun, sering kali muncul kontroversi antara iman Kristen dan pelaksanaan adat istiadat, khususnya dalam konteks penelitian ini, yaitu suku Batak Toba dengan upacara adat kematian yang dikenal sebagai “saur matua”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upacara adat kematian Saur Matua dari sudut pandang iman Kristen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk menjawab atau menyelesaikan permasalahan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman akan kebenaran ajaran Tuhan sangat penting dalam pelaksanaan upacara adat kematian Saur Matua, karena upacara ini tidak dapat dipisahkan dari budaya masyarakat Batak Toba. Oleh karena itu, perspektif iman Kristen sangat diperlukan untuk mengantisipasi hal-hal yang bertentangan dengan ajaran iman Kristen.
Upacara Adat Ulaon Saur Matua Masyarakat Batak Toba dalam Mengenang Orang Tua Yang Sudah Meninggal Dunia dan Eksitensinya Dikota Jambi Dikita Handayani Lumban Toruan; Bataris sitanggang; Junita Yosephine Sinurat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.294

Abstract

Indonesia memiliki beragam kekayaan budaya, termasuk dalam hal adat istiadat, seni, bahasa, agama, dan suku. Setiap suku memiliki tradisi dan adat yang unik. Namun, sering kali muncul kontroversi antara iman Kristen dan pelaksanaan adat istiadat, khususnya dalam konteks penelitian ini, yaitu suku Batak Toba dengan upacara adat kematian yang dikenal sebagai “saur matua”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upacara adat kematian Saur Matua dari sudut pandang iman Kristen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk menjawab atau menyelesaikan permasalahan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman akan kebenaran ajaran Tuhan sangat penting dalam pelaksanaan upacara adat kematian Saur Matua, karena upacara ini tidak dapat dipisahkan dari budaya masyarakat Batak Toba. Oleh karena itu, perspektif iman Kristen sangat diperlukan untuk mengantisipasi hal-hal yang bertentangan dengan ajaran iman Kristen.