Nalley, Wilmientje
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Penggunaan Krioprotektan Dengan Dosis Berbeda Pada Pengencer Sitrat-Kuning Telur Terhadap Kualitas Spermatozoa Beku Kambing Kacang Hayati, Kristina Meldiana; Nalley, Wilmientje; Hine, Thomas Mata
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 27 No. 1 (2026): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2026.027.01.6

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk menganalisis dampak perbedaan dosis krioprotektan dalam bahan pengencer sitrat-kuning telur (S-KT) terhadap viabilitas spermatozoa beku pada kambing kacang. Pengamatan terhadap mutu spermatozoa dilakukan sebelum dan sesudah tahap pembekuan, memanfaatkan materi semen yang diperoleh dari tiga ekor kambing kacang berumur sekitar tiga tahun dengan status kesehatan yang baik. Zat krioprotektan yang diuji dalam penelitian ini mencakup etilen glikol, dimetil sulfoksida, dan gliserol. Masing-masing bahan tersebut dilarutkan ke dalam pengencer S-KT dengan tiga tingkatan dosis yang berbeda, yakni 4,5%, 6%, dan 7,5%. Rancangan acak lengkap (RAL) berbasis pendekatan eksperimen diaplikasikan sebagai prosedur utama dalam pelaksanaan penelitian ini. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Beberapa variabel yang diukur guna menilai mutu semen tersebut meliputi persentase viabilitas, kondisi membran plasma yang utuh, motilitas spermatozoa, serta tingkat abnormalitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (P < 0,05) antara dosis krioprotektan terhadap kualitas spermatozoa beku, dengan dosis terbaik krioprotektan gliserol dan etilen glikol 7,5% dalam pengencer S-KT sedangkan DMSO 6% merupakan konsentrasi optimal yang mampu mempertahankan kualitas terbaik setelah pencairan. Dari temuan penelitian ini, disimpulkan bahwa mutu semen beku kambing kacang mengalami peningkatan optimal saat menggunakan DMSO pada kadar 6%. Sementara itu, untuk jenis krioprotektan etilen glikol dan gliserol, efektivitas tertinggi dalam pengencer S-KT dicapai pada dosis 7,5%.