Alfikri, Muhammad Fauzan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Pertumbuhan Larva dan Karakteristik Limbah Tenebrio molitor Dengan Perlakuan Pakan Berbeda Sebagai Kandidat Pakan Ternak Alfikri, Muhammad Fauzan; Salundik; Islami, Amelia Kamila; Nuraini, Henny; Mendrofa, Verika Armansyah; Endrawati, Yuni Cahya
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 27 No. 1 (2026): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2026.027.01.5

Abstract

Ulat tepung adalah larva dari kumbang Tenebrio molitor. Ulat tepung memiliki kemampuan untuk memakan berbagai bahan organik yang dapat digunakan sebagai pakan. Ulat tepung memiliki sistem pencernaan yang pendek sehingga menghasilkan limbah yang mengandung bahan organik tinggi. Oleh karenanya perlu dikaji komposisi kimia limbah yang dihasilkan ulat tepung dengan jenis pakan yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pertumbuhan larva dan karakteristik limbah dari ulat tepung (Tenebrio molitor) yang diberi perlakuan jenis pakan berbeda (pollard, onggok, bungkil sawit, dan kombinasi antar pakan). Ulat tepung yang diberi pakan berbeda menghasilkan pertumbuhan larva dan rendemen limbah yang signifikan antar perlakuan (P<0,05). Pakan onggok menghasilkan pertumbuhan ulat tepung yang paling rendah sebesar 106,67±61,10 g selama 15 hari pemeliharaan. Ulat tepung yang diberi pakan berupa pollard (P), onggok (O), bungkil sawit (BS), campuran pollard dan onggok (PO), campuran pollard dan bungkil sawit (PBS), serta campuran onggok dan bungkil sawit (OBS) menghasilkan limbah masing-masing sebesar 67,05%, 69,54%, 78,18%, 69,88%, 75,13%, dan 79,68%. Pakan pollar, bungkit sawit, dan kombinasi pollar dan bungkil sawit menghasilkan limbah dengan protein kasar dan serat kasar serupa dedak padi. Hal ini menjadikan limbah ulat tepung tersebut dapat berpotensi sebagai pakan ternak dengan beberapa kajian lebih lanjut terkait kecernaan dan produktifitas ternak target.