Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan konseling kelompok dengan teknik behavior contract dalam mereduksi kenakalan pada siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon. Bentuk kenakalan yang menjadi fokus penelitian meliputi membolos, merokok di lingkungan sekolah, tidak menghormati guru, serta terlibat dalam perselisihan antarsiswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah empat siswa yang teridentifikasi menunjukkan perilaku kenakalan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pengisian instrumen perilaku siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konseling kelompok dengan teknik behavior contract mampu mereduksi kenakalan siswa secara signifikan. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata skor siswa dari 18,25 pada Siklus I dengan kategori cukup baik menjadi 32,25 pada Siklus II dengan kategori baik. Seluruh siswa menunjukkan perubahan perilaku yang lebih positif, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, kesadaran atasa bahanya merokok kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, serta berkurangnya perilaku negatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok dengan teknik behavior contract efektif digunakan untuk mereduksi kenakalan siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon.