Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Penerapan Konseling Individu dengan Teknik Behavior Contract dalam Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik di SMP Frater Don Bosco Tomohon Bintang Mario Situmorang; Rinna Yuanita Kasenda; Deklay Nainggolan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.275

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih adanya peserta didik yang memiliki tingkat kedisiplinan rendah, seperti datang terlambat ke sekolah, tidak menggunakan atribut sekolah secara lengkap, serta tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik melalui penerapan konseling individu dengan teknik behavior contract di SMP Frater Don Bosco Tomohon. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan desain model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik yang memiliki permasalahan kedisiplinan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kedisiplinan, observasi, dan wawancara. Teknik behavior contract diterapkan melalui kesepakatan tertulis antara konselor dan peserta didik mengenai perilaku disiplin yang harus dilakukan disertai pemberian penguatan (reward) dan konsekuensi. Kontrak perilaku dilaksanakan selama dua siklus dan dievaluasi secara bertahap pada setiap pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I skor angket kedisiplinan memperoleh nilai 42 dengan kategori sedang dan hasil observasi memperoleh skor 20 dengan kategori sedang. Pada siklus II terjadi peningkatan, yaitu skor angket menjadi 55 dengan kategori tinggi dan hasil observasi menjadi 31 dengan kategori tinggi. Dengan demikian, penerapan konseling individu dengan teknik behavior contract efektif dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik di SMP Frater Don Bosco Tomohon.
Peran Guru Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Kenakalan Remaja pada Siswa SMK Negeri 1 Manado Aulia A Mamonto; Rinna Yuanita Kasenda; Deklay Nainggolan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kenakalan remaja pada siswa di SMK Negeri 1 Manado beserta faktor-faktor penyebabnya, serta menganalisis peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mengatasi kenakalan remaja tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru BK, siswa yang terlibat kenakalan remaja, kepala sekolah, dan wali kelas. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian di SMK Negeri 1 Manado menunjukkan bahwa perilaku menyimpang pada remaja dapat dikelompokkan menjadi dua bentuk, yaitu kenakalan ringan dan kenakalan berat. Bentuk kenakalan ringan meliputi tindakan tidak masuk sekolah tanpa izin, ketidakpatuhan terhadap penggunaan atribut sekolah, serta pelanggaran aturan mengenai penampilan siswa. Di sisi lain, kenakalan berat mencakup perilaku pergaulan bebas dan keterlibatan dalam tawuran. Munculnya kenakalan remaja dipengaruhi oleh faktor dari dalam maupun luar diri remaja. Faktor internal berkaitan dengan kondisi keluarga yang kurang harmonis atau broken home, sedangkan faktor eksternal berasal dari pengaruh lingkungan sosial, teman sebaya, serta penggunaan media sosial. Guru BK menjalankan perannya melalui berbagai pendekatan, yaitu preventif (bimbingan klasikal, kegiatan penyuluhan, seminar mengenai bahaya narkoba, serta pelatihan motivasi; sedangkan upaya kuratif dilakukan melalui bimbingan pribadi, konseling kelompok, pemanggilan orang tua, kontrak perilaku), serta represif dan rehabilitatif (home visit, alih tangan kasus, kerja sama dengan pihak terkait).. Hambatan yang dihadapi guru BK meliputi stigma negatif terhadap ruang BK, keterbatasan rasio guru BK dengan jumlah siswa, serta kurangnya kerja sama sebagian orang tua. Secara keseluruhan, peran guru BK dinilai efektif dalam mengurangi kenakalan remaja di SMK Negeri 1 Manado.
Penerapan Konseling Kelompok dengan Teknik Behavior Contract untuk Mereduksi Kenakalan pada Siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon Celsi Kobandaha; Rinna Y. Kasenda; Deklay Nainggolan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan konseling kelompok dengan teknik behavior contract dalam mereduksi kenakalan pada siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon. Bentuk kenakalan yang menjadi fokus penelitian meliputi membolos, merokok di lingkungan sekolah, tidak menghormati guru, serta terlibat dalam perselisihan antarsiswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah empat siswa yang teridentifikasi menunjukkan perilaku kenakalan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pengisian instrumen perilaku siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konseling kelompok dengan teknik behavior contract mampu mereduksi kenakalan siswa secara signifikan. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata skor siswa dari 18,25 pada Siklus I dengan kategori cukup baik menjadi 32,25 pada Siklus II dengan kategori baik. Seluruh siswa menunjukkan perubahan perilaku yang lebih positif, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, kesadaran atasa bahanya merokok kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, serta berkurangnya perilaku negatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok dengan teknik behavior contract efektif digunakan untuk mereduksi kenakalan siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon.
Layanan Konseling Kelompok Dengan Teknik Cognitive Behavior Therapy Dalam Mengatasi Bullying di Sekolah SMA Katolik Karitas Tomohon Cristin Natalia Pasaribu; Rinna Yuanita Kasenda; Deklay Nainggolan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.347

Abstract

Penelitian ini membahas tentang layanan konseling kelompok dengan teknik Cognitive Behavior Therapy dalam mengatasi bullying di sekolah SMA Katolik Karitas Tomohon. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki seberapa baik efektivitas layanan konseling kelompok yang memanfaatkan pendekatan Terapi Perilaku Kognitif dalam mengatasi masalah bullying di SMA Katolik Karitas Tomohon. Latar belakang studi ini muncul dari adanya tindakan bullying yang masih terjadi di lingkungan sekolah, baik dalam bentuk verbal, fisik, maupun sosial, yang berdampak buruk bagi kondisi emosional, percaya diri, dan hubungan sosial para siswa. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan untuk Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa yang terlibat dalam fenomena bullying dan siswa kelas X-B di SMA Katolik Karitas Tomohon. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan kuesioner tentang perilaku bullying. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa layanan konseling kelompok dengan metode Cognitive Behavior Therapy terbukti efektif dalam mengurangi tindakan bullying di kalangan siswa. Pada tahap pra-tindakan, skor perilaku bullying para pelaku masuk dalam kategori tinggi dengan rentang skor 53–55. Setelah pelaksanaan siklus I, skor menurun ke kategori sedang dengan rentang 43–52. Kemudian pada siklus II, skor kembali menurun menjadi kategori rendah dengan rentang 29–31. Teknik Cognitive Behavior Therapy membantu siswa dalam mengenali pikiran negatif, mengubah pola pikir yang tidak rasional menjadi lebih logis, serta melatih perilaku sosial yang lebih positif melalui kegiatan diskusi, peran bermain, dan penguatan.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik Cognitive Behavior Therapy efektif digunakan dalam mengatasi perilaku bullying di SMA Katolik Karitas Tomohon serta dapat menjadi alternatif layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Penerapan Konseling Individu dengan Teknik Behavior Contract dalam Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik di SMP Frater Don Bosco Tomohon Bintang Mario Situmorang; Rinna Yuanita Kasenda; Deklay Nainggolan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.275

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih adanya peserta didik yang memiliki tingkat kedisiplinan rendah, seperti datang terlambat ke sekolah, tidak menggunakan atribut sekolah secara lengkap, serta tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik melalui penerapan konseling individu dengan teknik behavior contract di SMP Frater Don Bosco Tomohon. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan desain model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik yang memiliki permasalahan kedisiplinan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kedisiplinan, observasi, dan wawancara. Teknik behavior contract diterapkan melalui kesepakatan tertulis antara konselor dan peserta didik mengenai perilaku disiplin yang harus dilakukan disertai pemberian penguatan (reward) dan konsekuensi. Kontrak perilaku dilaksanakan selama dua siklus dan dievaluasi secara bertahap pada setiap pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I skor angket kedisiplinan memperoleh nilai 42 dengan kategori sedang dan hasil observasi memperoleh skor 20 dengan kategori sedang. Pada siklus II terjadi peningkatan, yaitu skor angket menjadi 55 dengan kategori tinggi dan hasil observasi menjadi 31 dengan kategori tinggi. Dengan demikian, penerapan konseling individu dengan teknik behavior contract efektif dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik di SMP Frater Don Bosco Tomohon.
Peran Guru Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Kenakalan Remaja pada Siswa SMK Negeri 1 Manado Aulia A Mamonto; Rinna Yuanita Kasenda; Deklay Nainggolan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kenakalan remaja pada siswa di SMK Negeri 1 Manado beserta faktor-faktor penyebabnya, serta menganalisis peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mengatasi kenakalan remaja tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru BK, siswa yang terlibat kenakalan remaja, kepala sekolah, dan wali kelas. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian di SMK Negeri 1 Manado menunjukkan bahwa perilaku menyimpang pada remaja dapat dikelompokkan menjadi dua bentuk, yaitu kenakalan ringan dan kenakalan berat. Bentuk kenakalan ringan meliputi tindakan tidak masuk sekolah tanpa izin, ketidakpatuhan terhadap penggunaan atribut sekolah, serta pelanggaran aturan mengenai penampilan siswa. Di sisi lain, kenakalan berat mencakup perilaku pergaulan bebas dan keterlibatan dalam tawuran. Munculnya kenakalan remaja dipengaruhi oleh faktor dari dalam maupun luar diri remaja. Faktor internal berkaitan dengan kondisi keluarga yang kurang harmonis atau broken home, sedangkan faktor eksternal berasal dari pengaruh lingkungan sosial, teman sebaya, serta penggunaan media sosial. Guru BK menjalankan perannya melalui berbagai pendekatan, yaitu preventif (bimbingan klasikal, kegiatan penyuluhan, seminar mengenai bahaya narkoba, serta pelatihan motivasi; sedangkan upaya kuratif dilakukan melalui bimbingan pribadi, konseling kelompok, pemanggilan orang tua, kontrak perilaku), serta represif dan rehabilitatif (home visit, alih tangan kasus, kerja sama dengan pihak terkait).. Hambatan yang dihadapi guru BK meliputi stigma negatif terhadap ruang BK, keterbatasan rasio guru BK dengan jumlah siswa, serta kurangnya kerja sama sebagian orang tua. Secara keseluruhan, peran guru BK dinilai efektif dalam mengurangi kenakalan remaja di SMK Negeri 1 Manado.
Penerapan Konseling Kelompok dengan Teknik Behavior Contract untuk Mereduksi Kenakalan pada Siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon Celsi Kobandaha; Rinna Y. Kasenda; Deklay Nainggolan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan konseling kelompok dengan teknik behavior contract dalam mereduksi kenakalan pada siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon. Bentuk kenakalan yang menjadi fokus penelitian meliputi membolos, merokok di lingkungan sekolah, tidak menghormati guru, serta terlibat dalam perselisihan antarsiswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah empat siswa yang teridentifikasi menunjukkan perilaku kenakalan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pengisian instrumen perilaku siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konseling kelompok dengan teknik behavior contract mampu mereduksi kenakalan siswa secara signifikan. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata skor siswa dari 18,25 pada Siklus I dengan kategori cukup baik menjadi 32,25 pada Siklus II dengan kategori baik. Seluruh siswa menunjukkan perubahan perilaku yang lebih positif, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, kesadaran atasa bahanya merokok kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, serta berkurangnya perilaku negatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok dengan teknik behavior contract efektif digunakan untuk mereduksi kenakalan siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon.
Layanan Konseling Kelompok Dengan Teknik Cognitive Behavior Therapy Dalam Mengatasi Bullying di Sekolah SMA Katolik Karitas Tomohon Cristin Natalia Pasaribu; Rinna Yuanita Kasenda; Deklay Nainggolan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.347

Abstract

Penelitian ini membahas tentang layanan konseling kelompok dengan teknik Cognitive Behavior Therapy dalam mengatasi bullying di sekolah SMA Katolik Karitas Tomohon. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki seberapa baik efektivitas layanan konseling kelompok yang memanfaatkan pendekatan Terapi Perilaku Kognitif dalam mengatasi masalah bullying di SMA Katolik Karitas Tomohon. Latar belakang studi ini muncul dari adanya tindakan bullying yang masih terjadi di lingkungan sekolah, baik dalam bentuk verbal, fisik, maupun sosial, yang berdampak buruk bagi kondisi emosional, percaya diri, dan hubungan sosial para siswa. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan untuk Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa yang terlibat dalam fenomena bullying dan siswa kelas X-B di SMA Katolik Karitas Tomohon. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan kuesioner tentang perilaku bullying. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa layanan konseling kelompok dengan metode Cognitive Behavior Therapy terbukti efektif dalam mengurangi tindakan bullying di kalangan siswa. Pada tahap pra-tindakan, skor perilaku bullying para pelaku masuk dalam kategori tinggi dengan rentang skor 53–55. Setelah pelaksanaan siklus I, skor menurun ke kategori sedang dengan rentang 43–52. Kemudian pada siklus II, skor kembali menurun menjadi kategori rendah dengan rentang 29–31. Teknik Cognitive Behavior Therapy membantu siswa dalam mengenali pikiran negatif, mengubah pola pikir yang tidak rasional menjadi lebih logis, serta melatih perilaku sosial yang lebih positif melalui kegiatan diskusi, peran bermain, dan penguatan.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik Cognitive Behavior Therapy efektif digunakan dalam mengatasi perilaku bullying di SMA Katolik Karitas Tomohon serta dapat menjadi alternatif layanan bimbingan dan konseling di sekolah.