Nina Primasari
Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta III

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS BUKU SAKU TERHADAP PENGETAHUAN KADER TENTANG PIJAT BAYI Nina Primasari; Shentya Fitriana; Winancy; Siti Rahmadani Nasution; Nur Dwi Agustina
Journal of Midwifery Science and Women's Health Vol. 7 No. 1 (2026): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jmswh.v7i1.3098

Abstract

Pijat bayi adalah terapi yang dilakukan dengan mengusap secara lembut pada permukaan kulit bayi yang bertujuan untuk menghasilkan efek terhadap tumbuh kembang bayi. Pengetahuan yang kurang mengenai pijat bayi menyebabkan banyak kader belum dapat mengedukasi ibu sehingga pemberian pendidikan kesehatan menggunakan media buku saku dapat diterapkan sebagai salah satu solusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian buku saku terhadap peningkatan pengetahuan kader tentang pijat bayi di Posyandu Puskesmas Rawa Badak Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi eksperimen dengan desain penelitian non-equivalent control group. Sampel pada penelitian ini adalah 19 kader pada kelompok intervensi dan 19 kader pada kelompok kontrol yang diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan uji wilcoxon, didapatkan p-value sebesar 0,000 yang menunjukkan adanya pengaruh pemberian buku saku terhadap peningkatan pengetahuan kader mengenai pijat bayi sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan tentang pijat bayi antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Buku saku dapat diterapkan sebagai sarana media untuk meningkatkan pengetahuan terkait kesehatan bayi di posyandu sebagai stimulasi tumbuh kembang bayi pada program penyuluhan
Development and Functional Evaluation of a Smart Mom–Integrated Prototype for Real-Time Fetal Stress Monitoring Deswani Deswani; Andi Sari Bunga Untung; Indra Gunawan; Nina Primasari
jitek Vol 13 No 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jitek.v13i2.2410

Abstract

Fetal movement is a critical indicator of fetal well-being, yet practical devices integrated with digital interventions for direct, objective monitoring remain limited. This study aimed to develop and evaluate the functionality and safety compliance of the Smart Mom–Integrated Prototype for real-time fetal movement monitoring. Employing a Research and Development (R&D) approach, the prototype was developed using an accelerometer sensor, an ATmega328P microcontroller, an OLED display, and Bluetooth connectivity integrated with an Android application. The device underwent a rigorous four-stage evaluation: (1) simulated testing for initial movement detection accuracy; (2) laboratory functional testing for overall system performance; (3) safety testing based on the SNI IEC 60601-1 standard; and (4) limited clinical/user testing involving five third-trimester pregnant women (32–38 weeks gestation) monitored for 15–30 minutes.In simulated testing, the device achieved an initial fetal movement detection accuracy rate of 85%. Laboratory functional testing demonstrated a 93% system operation success rate with clear data visualization and stable Bluetooth transmission. Safety testing indicated that the device's surface temperature reached 35.2°C after eight hours of continuous use, with 0.0 mA leakage current and no reported skin irritation. In limited clinical testing, the device successfully recorded a mean of 20.6 movements per 30 minutes. Concurrently, maternal stress scores (PSS-10) decreased significantly post-intervention ($22.40 \pm 3.13$ to $15.80 \pm 2.28$; $p = 0.005$). Data sensitivity in the field was moderately influenced by maternal Body Mass Index (BMI) and biological motion artifacts. The Smart Mom–Integrated Prototype demonstrates functional feasibility and safety compliance for home-based screening. Future development should focus on refining signal processing algorithms to mitigate maternal biological artifacts alongside validation trials against clinical gold standards.