Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Prinsip Syariah dalam Jual Beli: Perspektif Etika Bisnis dalam Ekonomi Islam Aep Syaeful Millah; Rizka Rahmayani
Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam STUDIA ECONOMICA: Jurnal Ekonomi Islam | Vol. 12 | No. 1 | 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/se.v1i1.27306

Abstract

Sharia principles in buying and selling (muamalah) are fundamental principles in Islamic economics that aim to create balance and prevent exploitation. In practice, economic activities are often solely profit-oriented and do not fully reflect the applicable benefits as taught in Islam. This study aims to answer the main problem formulation, namely how the concept of maslahah can function as an evaluative instrument for assessing buying and selling practices from an Islamic economic perspective. The method used in this study is library research, a data collection technique by analyzing, reading, and studying all information relevant to the issue being studied or researched from e-books, manuscripts, books, journals, theses, and other similar materials. The results of this study indicate that business ethics in buying and selling practices are built on the principles of monotheism, justice, prophecy, mutual assistance, and results-oriented. These principles not only function as normative guidelines but also as controllers of market behavior so that economic transactions take place fairly, transparently, and free from exploitative practices. This study also found that the application of ethics such as honesty, fairness in pricing, and willingness between sellers and buyers can increase market trust, create transaction stability, and realize economic benefits for the community. This study presents a strengthening of the concept of maslahah as an analytical framework in buying and selling practices, thereby expanding the study of Islamic business ethics, which has focused more on formal legal aspects, towards an integrative approach between sharia principles, business ethics, and maqasid sharia
Green Sukuk dalam Pembangunan Berkelanjutan dalam Perspektif Keuangan Syariah Rosdita Indah Yuniawati; Dewi Fatmasari; Wartoyo; Aep Syaeful Millah
An-Nisbah: Jurnal Perbankan Syariah Vol. 7 No. 2 (2026): An-Nisbah: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/nisbah.v7i2.4752

Abstract

Green sukuk merupakan instrumen yang menggunakan prinsip syariah yang diciptakan oleh stakeholder (pemerintah dan korporasi) untuk mendanai proyek-proyek yang mendukung terciptanya lingkungan hijau dan ketahanan terhadap perubahan iklim. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis peran green sukuk dalam mendorong pembangunan berkelanjutan serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip keuangan syariah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai literatur ilmiah, regulasi, dan laporan terkait penerbitan green sukuk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa green sukuk memiliki kontribusi strategis dalam pembiayaan proyek energi terbarukan, efisiensi energi, pengelolaan limbah, serta infrastruktur hijau yang sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam perspektif keuangan syariah, green sukuk dinilai relevan karena mengedepankan prinsip kebermanfaatan (maslahah), keadilan, transparansi, serta menghindari unsur riba, gharar, dan maysir. Selain itu, green sukuk juga memperkuat implementasi konsep maqashid syariah melalui perlindungan lingkungan (hifz al-bi’ah) dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, green sukuk tidak hanya berfungsi sebagai instrumen investasi syariah, tetapi juga sebagai sarana efektif untuk memperkuat pembangunan berkelanjutan secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.