Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berhitung anak usia 5–6 tahun, khususnya dalam mengenal bentuk angka, mengurutkan bilangan, serta menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan sederhana. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan kemampuan berhitung melalui penggunaan alat permainan edukatif Counting Mini Box sebagai media manipulatif konkret yang memfasilitasi anak menghubungkan simbol bilangan dengan kuantitas. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, melibatkan 20 anak Kelompok B, di mana tindakan difokuskan pada 11 anak dengan kemampuan rendah kelompok B2 TK Frater Don Bosco Tomohon sebagai subjek penelitian. “Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan kombinasi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif sederhana berupa persentase ketuntasan belajar untuk menilai peningkatan kemampuan berhitung pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari siklus I, di mana ketuntasan belajar mencapai 55,55%, menuju siklus II yang mencapai 99,99% anak memenuhi indikator ketuntasan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan Counting Mini Box efektif dalam membantu anak memahami konsep angka, menghubungkan simbol bilangan dengan jumlah benda, serta menyelesaikan operasi hitung sederhana dengan lebih tepat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media permainan edukatif berbasis manipulatif konkret mampu meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini dan memberikan implikasi bahwa pembelajaran matematika awal perlu memanfaatkan media kreatif yang menarik, konkret, serta sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak.