Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penerapan Media Bermain Adonan Tepung Terigu untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di TK Cahaya Mutiara Kasih Tomohon Resti Olivia Putri Unga; Fera Luicia Tampi; Ni Dewi Eka Suwaryaningrat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeskalasi kompetensi motorik halus anak usia 4–5 tahun di TK Cahaya Mutiara Kasih Tomohon melalui implementasi media pargelaran adonan tepung terigu. Problematika utama yang melandasi studi ini adalah rendahnya koordinasi visual-motorik serta rigiditas otot-otot digital pada 80% populasi target, yang diidentifikasi sebagai dampak dari minimnya stimulasi berbasis media pembelajaran yang variatif. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengacu pada model desain Kemmis dan McTaggart, yang mengintegrasikan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi secara sirkuler dalam dua siklus. Subjek penelitian melibatkan 10 peserta didik usia dini. Teknik pengumpulan data komprehensif dilakukan melalui metode observasi terstruktur, wawancara mendalam, serta dokumentasi autentik. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan signifikansi yang substansial pada kapabilitas motorik halus anak. Pada siklus I, persentase ketuntasan perkembangan anak hanya mencapai 50%, di mana mayoritas subjek masih mengindikasikan ketergantungan yang tinggi terhadap interferensi guru dalam aktivitas meremas, memilin, dan mentransformasi adonan. Pasca-rekonstruksi tindakan pada siklus II, akumulasi capaian melonjak drastis hingga menyentuh angka 90%. Pada fase ini, peserta didik telah mengonstruksi kemandirian dalam memanipulasi adonan secara kreatif, yang merepresentasikan kematangan fleksibilitas otot-otot intrinsik tangan serta sinkronisasi koordinasi mata-tangan yang lebih optimal. Konklusi penelitian ini menegaskan bahwa utilisasi media adonan tepung terigu secara efektif dapat memediasi akselerasi kemampuan motorik halus anak usia dini melalui pendekatan yang konstruktif.
Meningkatkan Kemampuan Kognitif Mengenal Konsep Bilangan Menggunakan Media Pohon Angka pada Anak Kelompok B di TK GMIM Hanna Matani Gloryanatari Gloryanatari; Fera Luicia Tampi; Mieke O. Mandagi
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam mengenal konsep bilangan menggunakan media pohon angka pada anak kelompok B. Metode yang diterapkan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung dalam dua siklus. Setiap siklus mencakup empat tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan dokumentasi untuk mendapatkan gambaran kondisi kelas yang akurat. Subjek penelitian melibatkan 11 anak didik, yang terdiri dari 6 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Tindakan ini dilakukan dengan mengintegrasikan media pohon angka dalam kegiatan inti pembelajaran, dimana anak diajak untuk mencari dan memasangkan angka pada pohon angka secara berurutan dari 1 sampai 20 dengan benar dan tepat. Hasil analisis data pada Siklus I menunjukkan tingkat ketuntasan anak baru mencapai 54,5% (6 anak), sementara 45,5% (5 anak) lainnya masih memerlukan stimulasi lebih lanjut. Perbaikan tindakan pada Siklus II membawa peningkatan signifikan, dimana tingkat ketuntasan menjadi 81,8% (9 anak). Berdasarkan temuan tersebut, dapat di ambil kesimpulannya bahwa penggunaan media pohon angka sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan kognitif mengenal konsep bilangan pada anak usia dini.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Warna Menggunakan Metode Eksperimen Mencampur pada Anak Kelompok B di Taman Kanak-Kanak Moyongkota Baru Bolaang Mongondow Timur Giska Angginaloi; Ni Luh Putri; Fera Luicia Tampi
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.323

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk Meningkat Kemampuan Mengenal Warna Menggunakan Metode Eksperimen Mencampur Pada Anak Kelompok B di Taman Kanak-Kanak Moyongkota Baru Bolaang Mongondow Timur dikarenakan kurangnya kemampuan anak dalam mengenal warna akibat penggunaan metode pembelajaran yang sama secara berulang atau secara terus menerus. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 10 anak. Hasil dari siklus I yaitu dari 10 atau dari 100% anak hanya 3 anak atau 30% anak yang mampu mengelompokkan warna dasar atau warna primer dan juga hasil pencampuran dari warna dasar yaitu warna sekunder secara mandiri dan mencoba variasi warna lainnya, serta sangat antusias dan aktif bertanya. Pada siklus II ini mengalami peningkatan hingga 100% anak berhasil sesuai dengan yang di harapkan atau anak-anak telah mencapai kategori anak yang Berkembang Sangat Baik ini dikarenakan kesalahan pada siklus I telah di perbaiki pada siklus II sehingga mendapatkan hasil yang optimal dan tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari yang tadinya pada siklus I hanya 30% anak yang mampu mengelompokkan warna primer dan juga sekunder hingga pada siklus ke II mencapai 100% anak yang sudah mampu mengelompokkan warna primer dan sekunder kategori berkembang sangat baik. Sehingga dapat disimpukan bahwa dengan penerapan metode eksperimen mencampur efektif meningkatkan kemampuan mengenal warna pada anak.
Meningkatkan Kemampuan Kognitif Mengenal Huruf Vokal Menggunakan Media Audio Visual pada Anak Kelas B di TK Imanuel Walian Eva Desiani Lahagu; Mieke O, Mandagi, MAP; Fera Luicia Tampi
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.335

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak mengenal huruf vokal menggunakan media audio visual pada anak kelas B di TK IMANUEL WALIAN jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini yaitu di TK IMANUEL WALIAN dengan jumlah 15 anak dimana 10 laki-laki dan 5 anak perempuan.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Hasil yang dicapai pada siklus I mencapai indikator secara maksimal ada 6 anak atau 40% yang sudah berkembang dengan baik sedangkan 9 anak atau 60% belum meningkatkan kemampuan kognitif mengenal huruf vokal dengan baik/masih berantakan. Pada siklus II hasilnya meningkat, mencapai indikator ada 15 atau 100% anak yang menunjukkan peningkatan kemampuan kognitif anak dalam mengenal huruf vocal menggunakan media audio visual dengan baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui Penggunakan Media Audio Visual dapat Meningkatkan Kamampuan Kognitif Mengenal Huruf Vokal diTK Imanuel Walian. Penelitian dihentikan pada siklus II karena seluruh indikator keberhasilan yang ditetapkan telah berhasil dan terpenuhi.
Meningkatkan Kemampuan Berhitung Melalui Alat Permainan Edukatif Counting Mini Box Pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Frater Don Bosco Tomohon Flower Jesica Margaretha Woi; Fera Luicia Tampi; Jenny I.J Dengah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.391

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berhitung anak usia 5–6 tahun, khususnya dalam mengenal bentuk angka, mengurutkan bilangan, serta menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan sederhana. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan kemampuan berhitung melalui penggunaan alat permainan edukatif Counting Mini Box sebagai media manipulatif konkret yang memfasilitasi anak menghubungkan simbol bilangan dengan kuantitas. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, melibatkan 20 anak Kelompok B, di mana tindakan difokuskan pada 11 anak dengan kemampuan rendah kelompok B2 TK Frater Don Bosco Tomohon sebagai subjek penelitian. “Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan kombinasi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif sederhana berupa persentase ketuntasan belajar untuk menilai peningkatan kemampuan berhitung pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari siklus I, di mana ketuntasan belajar mencapai 55,55%, menuju siklus II yang mencapai 99,99% anak memenuhi indikator ketuntasan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan Counting Mini Box efektif dalam membantu anak memahami konsep angka, menghubungkan simbol bilangan dengan jumlah benda, serta menyelesaikan operasi hitung sederhana dengan lebih tepat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media permainan edukatif berbasis manipulatif konkret mampu meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini dan memberikan implikasi bahwa pembelajaran matematika awal perlu memanfaatkan media kreatif yang menarik, konkret, serta sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak.
Meningkatkan Motorik Kasar Anak Melalui Permainan Melempar Bola Berukuran 21cm Ke dalam Keranjang di Kelompok B1 di TK Frater Don Bosco Tomohon Herni Suleman; Fera Luicia Tampi; Mario Erick Wantah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.420

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya perkembangan motorik kasar anak di Kelompok B1 TK Frater Don Bosco Tomohon yang belum berkembang secara optimal. Hal ini terlihat dari sebagian anak yang belum mampu mengoordinasikan gerakan mata dan tangan dengan baik, kurang fokus, kurang percaya diri, serta mengalami kesulitan dalam menjaga keseimbangan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui permainan melempar bola berukuran 21cm ke dalam keranjang. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas dua siklus, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak yang terdiri dari 9 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan indikator perkembangan anak, yaitu Belum Berkembang (BB), Mulai Berkembang (MB), Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I tingkat keberhasilan anak mencapai 40%. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, hasil meningkat signifikan menjadi 100%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan melempar bola berukuran 21 cm ke dalam keranjang efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak, terutama dalam koordinasi mata dan tangan, kekuatan otot besar, serta meningkatkan keaktifan, ketelitian, dan konsentrasi belajar anak.
Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Membentuk Huruf Vokal Dari Bahan Playdough pada Kelompok B di TK Pantekosta Sifera Tandurusa Yoanpella Priscilla Umboh; Ni Luh Putri; Fera Luicia Tampi
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak usia dini melalui kegiatan membentuk huruf vokal menggunakan bahan playdough pada kelompok B di TK Pantekosta Sifera Tandurusa. Latar belakang peneliti ini didasarkan pada rendahnya tingkat kreativitas dan kemampuan motorik halus anak dalam pembelajaran, khususnya dalam mengenal huruf vokal yang masih dilakukan secara konvesional. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, Dimana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini berjumlah 10 anak. Teknik pengumpulan data dapat dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan persentase pencapaian perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan kreativitas anak yang signifikan. Pada siklus I, Tingkat pencapaian anak berada pada kategori cukup dengan persentase 30%, Dimana masih terdapat anak pada kategori belum berkembang dan mulai berkembang. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, seluruh anak (100%) mencapai kategori berkembang sangat baik (BSB). Hal ini menunjukan bahwa penggunaan media playdough dalam kegiatan membentuk huruf vokal efektif dalam meningkatkan kreativitas dan kemampuan motorik halus anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan membentuk huruf vokal menggunakan playdough dapat meningkatkan kreativitas anak usia dini serta meciptakan pembelajaran yang lebih menarik, aktif, dan menyenangkan.
Penerapan Media Bermain Adonan Tepung Terigu untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di TK Cahaya Mutiara Kasih Tomohon Resti Olivia Putri Unga; Fera Luicia Tampi; Ni Dewi Eka Suwaryaningrat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeskalasi kompetensi motorik halus anak usia 4–5 tahun di TK Cahaya Mutiara Kasih Tomohon melalui implementasi media pargelaran adonan tepung terigu. Problematika utama yang melandasi studi ini adalah rendahnya koordinasi visual-motorik serta rigiditas otot-otot digital pada 80% populasi target, yang diidentifikasi sebagai dampak dari minimnya stimulasi berbasis media pembelajaran yang variatif. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengacu pada model desain Kemmis dan McTaggart, yang mengintegrasikan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi secara sirkuler dalam dua siklus. Subjek penelitian melibatkan 10 peserta didik usia dini. Teknik pengumpulan data komprehensif dilakukan melalui metode observasi terstruktur, wawancara mendalam, serta dokumentasi autentik. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan signifikansi yang substansial pada kapabilitas motorik halus anak. Pada siklus I, persentase ketuntasan perkembangan anak hanya mencapai 50%, di mana mayoritas subjek masih mengindikasikan ketergantungan yang tinggi terhadap interferensi guru dalam aktivitas meremas, memilin, dan mentransformasi adonan. Pasca-rekonstruksi tindakan pada siklus II, akumulasi capaian melonjak drastis hingga menyentuh angka 90%. Pada fase ini, peserta didik telah mengonstruksi kemandirian dalam memanipulasi adonan secara kreatif, yang merepresentasikan kematangan fleksibilitas otot-otot intrinsik tangan serta sinkronisasi koordinasi mata-tangan yang lebih optimal. Konklusi penelitian ini menegaskan bahwa utilisasi media adonan tepung terigu secara efektif dapat memediasi akselerasi kemampuan motorik halus anak usia dini melalui pendekatan yang konstruktif.
Meningkatkan Kemampuan Kognitif Mengenal Konsep Bilangan Menggunakan Media Pohon Angka pada Anak Kelompok B di TK GMIM Hanna Matani Gloryanatari Gloryanatari; Fera Luicia Tampi; Mieke O. Mandagi
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam mengenal konsep bilangan menggunakan media pohon angka pada anak kelompok B. Metode yang diterapkan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung dalam dua siklus. Setiap siklus mencakup empat tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan dokumentasi untuk mendapatkan gambaran kondisi kelas yang akurat. Subjek penelitian melibatkan 11 anak didik, yang terdiri dari 6 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Tindakan ini dilakukan dengan mengintegrasikan media pohon angka dalam kegiatan inti pembelajaran, dimana anak diajak untuk mencari dan memasangkan angka pada pohon angka secara berurutan dari 1 sampai 20 dengan benar dan tepat. Hasil analisis data pada Siklus I menunjukkan tingkat ketuntasan anak baru mencapai 54,5% (6 anak), sementara 45,5% (5 anak) lainnya masih memerlukan stimulasi lebih lanjut. Perbaikan tindakan pada Siklus II membawa peningkatan signifikan, dimana tingkat ketuntasan menjadi 81,8% (9 anak). Berdasarkan temuan tersebut, dapat di ambil kesimpulannya bahwa penggunaan media pohon angka sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan kognitif mengenal konsep bilangan pada anak usia dini.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Warna Menggunakan Metode Eksperimen Mencampur pada Anak Kelompok B di Taman Kanak-Kanak Moyongkota Baru Bolaang Mongondow Timur Giska Angginaloi; Ni Luh Putri; Fera Luicia Tampi
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.323

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk Meningkat Kemampuan Mengenal Warna Menggunakan Metode Eksperimen Mencampur Pada Anak Kelompok B di Taman Kanak-Kanak Moyongkota Baru Bolaang Mongondow Timur dikarenakan kurangnya kemampuan anak dalam mengenal warna akibat penggunaan metode pembelajaran yang sama secara berulang atau secara terus menerus. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 10 anak. Hasil dari siklus I yaitu dari 10 atau dari 100% anak hanya 3 anak atau 30% anak yang mampu mengelompokkan warna dasar atau warna primer dan juga hasil pencampuran dari warna dasar yaitu warna sekunder secara mandiri dan mencoba variasi warna lainnya, serta sangat antusias dan aktif bertanya. Pada siklus II ini mengalami peningkatan hingga 100% anak berhasil sesuai dengan yang di harapkan atau anak-anak telah mencapai kategori anak yang Berkembang Sangat Baik ini dikarenakan kesalahan pada siklus I telah di perbaiki pada siklus II sehingga mendapatkan hasil yang optimal dan tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari yang tadinya pada siklus I hanya 30% anak yang mampu mengelompokkan warna primer dan juga sekunder hingga pada siklus ke II mencapai 100% anak yang sudah mampu mengelompokkan warna primer dan sekunder kategori berkembang sangat baik. Sehingga dapat disimpukan bahwa dengan penerapan metode eksperimen mencampur efektif meningkatkan kemampuan mengenal warna pada anak.