Penelitian ini bertujuan menganalisis tren kondisi infrastruktur jalan Kota Kendari periode 2018–2025 dan menentukan prioritas pemeliharaan berdasarkan metode Bina Marga. Data sekunder bersumber dari publikasi “Kota Kendari Dalam Angka” BPS tahun 2020–2026, mencakup panjang jalan berdasarkan empat kategori kondisi (Baik, Sedang, Rusak, Rusak Berat) dengan total jaringan jalan kota 433,77 km. Metode analisis mencakup: (1) perhitungan Road Condition Index (RCI) terbobot berbasis nilai kondisi Bina Marga; (2) analisis proporsi kondisi jalan per tahun; (3) proyeksi regresi linear OLS berbasis data 2021–2025; dan (4) penentuan prioritas penanganan sesuai Permen PU No. 13/PRT/M/2011. Hasil menunjukkan RCI mencapai puncak 3,33 pada 2021, kemudian turun konsisten menjadi 2,94 pada 2025. Proporsi jalan Rusak Berat melonjak dari 9,84% (2022) menjadi 23,80% (2025), sementara jalan Sedang menyusut dari 15,43% menjadi 2,11% mengindikasikan degradasi massal akibat absennya pemeliharaan preventif. Model regresi OLS menghasilkan persamaan RCI = 3,352 − 0,096 × (t − 2021) dengan R² = 0,966; tanpa intervensi, RCI diproyeksikan mencapai 2,49 pada 2030. Berdasarkan prioritas Bina Marga: (1) Rehabilitasi/Rekonstruksi 103,23 km jalan Rusak Berat (estimasi Rp 258–516 miliar); (2) Pemeliharaan Berkala 69,42 km jalan Rusak (Rp 104–208 miliar); (3) Pemeliharaan Berkala 9,14 km jalan Sedang (Rp 9–27 miliar); dan (4) Pemeliharaan Rutin 251,99 km jalan Baik. Penelitian merekomendasikan implementasi Sistem Manajemen Perkerasan berbasis data dan peningkatan alokasi anggaran pemeliharaan menuju standar 1,5–2,0% dari nilai aset jalan.