Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan permainan balok kayu bentuk geometri pada anak TK Frater Don Bosco Tomohon. Masalah utama yang diidentifikasi adalah rendahnya kemampuan motorik halus anak, di mana dari 15 anak yang diamati, hanya 3 anak (20%) yang menunjukkan perkembangan motorik halus sesuai tahap perkembangannya. Permasalahan yang ditemukan meliputi kesulitan koordinasi mata-tangan, kurangnya ketelitian dan keterampilan jari, rendahnya konsentrasi, serta anak cepat bosan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 15 anak (8 laki-laki dan 7 perempuan). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan tanya jawab. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada siklus I, tingkat keberhasilan anak baru mencapai 40%, di mana 3 anak masih belum berkembang (BB) dan 6 anak masih dalam kategori mulai berkembang (MB). Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, tingkat keberhasilan meningkat menjadi 100%, dengan 3 anak mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 12 anak mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan permainan balok kayu bentuk geometri secara efektif dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan bermain yang menyenangkan.