Zalina Zahari
Faculty of Pharmacy, Universiti Sultan Zainal Abidin, Besut, Campus, 22200, Besut, Terengganu, Malaysia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS FARMAKOEKONOMI TELEMEDICINE: COST-BENEFIT ANALYSIS PADA DUA MODEL PELAYANAN KESEHATAN Devi Ristian Octavia; Salma Nur Azizah; Heri Wijaya; Irma Susanti; Sri Bintang Sahara Mahaputra KN; Zalina Zahari
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v12i1.1031

Abstract

Pelayanan kesehatan memerlukan biaya medis langsung maupun biaya nonmedis tidak langsung yang dapat menjadi beban bagi pasien dan masyarakat. Telemedicine merupakan inovasi layanan kesehatan yang memungkinkan pasien memperoleh pelayanan medis tanpa harus melakukan kunjungan tatap muka ke rumah sakit, sehingga berpotensi menurunkan biaya pelayanan kesehatan. Telemedicine menjadi salah satu alternatif layanan kesehatan jarak jauh yang dapat meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus mengurangi biaya yang dikeluarkan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan manfaat biaya antara layanan telemedicine langsung dan layanan kesehatan rawat jalan di Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan retrospektif. Data dikumpulkan menggunakan instrumen lembar observasi. Sampel penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan, sehingga diperoleh sebanyak 6 pasien. Analisis manfaat biaya dilakukan menggunakan metode Human Capital (HC) dan Benefit-Cost Ratio (BCR), sedangkan analisis statistik dilakukan menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan layanan telemedicine memberikan penghematan biaya sebesar Rp. 985.000 per tahun dengan nilai BCR sebesar 1,6. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,071, yang mengindikasikan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua model layanan kesehatan. Telemedicine memiliki potensi memberikan efisiensi biaya bagi pasien dan masyarakat. Analisis biaya menjadi aspek penting dalam menentukan model pelayanan kesehatan yang paling memberikan manfaat bagi masyarakat.