Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Pajak Berbasis Sekolah: Strategi Pengenalan NPWP untuk Meningkatkan Kesadaran Wajib Pajak Masa Depan Arifatun Nasihah; Kahfi Fikrianoor; Yesicha Lutfia; Aisyah Astri Mulia
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0kzzcj52

Abstract

Kesadaran perpajakan merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung keberlanjutan penerimaan negara. Namun, tingkat literasi pajak di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, masih relatif rendah. Hal ini berdampak pada kurangnya pemahaman mengenai pentingnya kepemilikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebagai identitas perpajakan. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukasi yang efektif dan berkelanjutan sejak usia sekolah untuk membentuk calon wajib pajak yang sadar dan patuh terhadap kewajiban perpajakan. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan edukasi pajak berbasis sekolah sebagai strategi pengenalan NPWP dalam rangka meningkatkan kesadaran wajib pajak masa depan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode sosialisasi interaktif, penyuluhan, media pembelajaran kreatif, serta simulasi pendaftaran NPWP yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa. Sasaran kegiatan adalah siswa sekolah menengah yang dipandang sebagai kelompok strategis dalam pembentukan karakter sadar pajak sejak dini. Hasil yang diharapkan dari program ini adalah meningkatnya pemahaman siswa terhadap fungsi, manfaat, dan pentingnya NPWP, serta tumbuhnya kesadaran akan kewajiban perpajakan di masa depan. Selain itu, program ini diharapkan mampu membentuk sikap positif terhadap sistem perpajakan di Indonesia dan mendorong terbentuknya generasi yang taat pajak. Metode pendampingan dalam program ini dilakukan melalui pendekatan kolaboratif antara mahasiswa pelaksana dan dosen pendamping yang mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan edukasi pajak berbasis sekolah. Pendampingan dilaksanakan secara berkala melalui diskusi terarah, konsultasi materi perpajakan, serta monitoring langsung terhadap implementasi program di sekolah sasaran. Dosen pendamping berperan dalam memberikan arahan akademik, validasi materi edukasi NPWP, dan memastikan metode penyampaian sesuai dengan karakteristik peserta didik. Selain itu, dilakukan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa, sehingga pendampingan tidak hanya bersifat supervisi, tetapi juga sebagai proses peningkatan kualitas program secara berkelanjutan.
Edukasi Pajak Kendaraan Bermotor sebagai Bentuk Kesadaran Wajib Pajak Sejak Dini pada Siswa SMAN 1 Pontang Umairoh Umairoh; Arifatun Nasihah; Kahfi Fikrianoor
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/33e8v907

Abstract

Edukasi kesadaran pajak sejak dini merupakan langkah yang strategis untuk membangun generasi masa depan yang taat hukum. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman Pajak Kendaraan Bermotor bagi remaja, dikarenakan besarnya kontribusi pajak ini dalam pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum daerah. Masalah yang dialami oleh mitra pada SMA Negeri 1 Pontang adalah cukup rendahnya siswa dalam memahami Pajak Kendaraan Bermotor. Ketidakpahaman mengenai fungsi pajak Kendaraan bermotor, pengertian SAMSAT, manfaat pajak kendaraan bermotor, dampak yang ditimbulkan apabila masyarakat tidak membayar pajak tepat waktu, sanksi administrasi, pentingnya PKB untuk pembangan daerah, masa pajak, dan tata cara penghitungan PKB secara mandiri. Tujuan pengabdian ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran wajib pajak sejak dini pada siswa SMA Negeri 1 Pontang. Metode pengabdian yang digunakan yaitu sosialisasi interaktif, tanya jawab mengenai hukum perpajakan, dan tata cara penghitungan tarif PKB berdasarkan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB). Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa yang signifikan, dibuktikan melalui kenaikan nilai rata-rata dari 82,33% pada saat pre-test menjadi 97% pada saat post-test yang artinya mayoritas siswa berhasil meraih nilai yang lebih baik dengan peningkatan rata-ratanya sebesar 14,67%. kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi perpajakan interaktif efektif meningkatkan literasi dan membentuk pola pikir positif remaja terhadap kewajiban pajak. Disarankan bagi pihak sekolah untuk mengintegrasikan materi literasi keuangan dan perpajakan secara berkelanjutan bersama instansi terkait guna mempertahankan kepatuhan wajib pajak di masa depan.