Indonesia menjadi salah satu negara yang tingkat potensi dan intensitas bencana alam yang tinggi di mana banjir menjadi salah satu ancaman yang paling sering menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat. Di Provinsi Kalimantan Selatan, Kabupaten Balangan mencatat frekuensi banjir signifikan dengan 48 kejadian sepanjang 2020–2024, dengan Kecamatan Awayan sebagai wilayah paling rawan sebanyak 22 kejadian. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerawanan dan sebaran banjir di Kecamatan Awayan, menggunakan metode skoring dan pembobotan berbasis sistem informasi geografis menggunakan enam parameter yaitu curah hujan, ketinggian, kemiringan, tekstur tanah, penggunaan lahan, dan buffer sungai kemudian enam parameter tersebut dilakukan overlay. Hasil dari penelitian ini Kecamatan Awayan masuk dalam kategori kerawanan sedang hingga cukup rawan. Secara rinci kategori sedang memiliki luas 45,46 km atau 48,86 %, kategori cukup rawan seluas 36,07 km atau 38,76 %. Kategori lain yang lebih kecil yaitu cukup aman memiliki luas 9,6 km atau 10,31 % sedangkan sangat rawan memiliki luas 1,92 km atau 2,07% dari total luas wilayah. Banjir di Kecamatan Awayan dipicu oleh faktor penggunaan lahan, ketinggian, kemiringan lereng, dan buffer sungai. Pada dataran rendah dengan vegetasi jarang dan lokasi yang dekat dengan sungai memiliki tingkat kerawanan yang lebih tinggi. Sebaliknya, wilayah dengan elevasi tinggi, lereng curam, serta vegetasi lebat cenderung lebih aman dari risiko luapan. Dengan demikian, Kecamatan Awayan didominasi oleh sedang hingga cukup rawan.