Romauli Rinawati Hutabarat
Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu (STTAB)

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perspektif Alkitab Tentang Sikap Remaja Kristen Dalam Menghadapi Masa Pubertas Supriadi Oet; Romauli Rinawati Hutabarat
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 9 No. 1 (2026): Juni (2026)
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v9i1.297

Abstract

Masa pubertas merupakan fase perkembangan yang signifikan dalam kehidupan remaja, yang ditandai oleh perubahan fisik, emosional, dan psikologis. Pada tahap ini, remaja memasuki proses pencarian jati diri sekaligus berhadapan dengan berbagai tantangan yang berkaitan dengan pembentukan kepribadian dan penanaman nilai hidup. Dinamika perubahan tersebut sering kali menimbulkan kebingungan, pergumulan batin, serta pertanyaan mendasar mengenai identitas dan arah perilaku yang selaras dengan kehidupan yang bertanggung jawab. Karena itu, remaja memerlukan bimbingan yang tepat agar mampu memaknai dan menjalani masa pubertas dengan sikap yang bijaksana. Artikel ini bermaksud mengkaji sikap yang seharusnya dimiliki remaja Kristen dalam menghadapi masa pubertas ditinjau dari perspektif Alkitab. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif melalui studi literatur, dengan menelaah sumber-sumber seperti buku teologi, jurnal ilmiah, dan literatur yang membahas perkembangan remaja serta nilai-nilai kekristenan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk merumuskan pemahaman mengenai sikap yang tepat bagi remaja dalam menyikapi perubahan pada masa pubertas. Hasil kajian menunjukkan bahwa masa pubertas memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan identitas remaja. Dalam terang Alkitab, remaja diarahkan untuk hidup bijaksana, memelihara kekudusan, dan mengembangkan karakter yang mencerminkan nilai-nilai iman Kristen. Dengan pemahaman yang benar dan bimbingan yang memadai, remaja Kristen diharapkan dapat melewati masa pubertas dengan sikap yang matang, bertanggung jawab, serta tetap berpegang pada prinsip hidup sesuai ajaran Alkitab.
Pasangan yang sepadan berdasarkan II Korintus 2:14-16 Supriadi - Oet; Romauli Rinawati Hutabarat
Davar : Jurnal Teologi Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v6i2.198

Abstract

ABSTRAC  This study aims to analyze the concept of a suitable partner from a biblical perspective, focusing on biblical interpretation, particularly II Corinthians 6:14–15, and its implications for young Christians in choosing a life partner. The method used is a qualitative study with a literature study approach, through a review of relevant theological and biblical sources. The results indicate that social factors, lack of religious education, family background, and freedom to choose a partner are the main causes of interfaith relationships. The resulting impacts include obstacles to shared worship, conflicts in spiritual values, and the potential for a decline in faith. Based on theological analysis, a suitable partner is understood as a relationship based on shared faith, commitment to loyalty, and love centered on Christ. The role of the family and the church is crucial in forming the foundation of young people's faith so they can build a marriage that glorifies God. Keywords: Suitable Partner, Christian Marriage, Faith, II Corinthians 6:14–15. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis konsep pasangan yang sepadan menurut perspektif Alkitab dengan menitikberatkan pada tafsir Alkitab, khususnya II Korintus 6:14–15, serta implikasinya bagi pemuda Kristen dalam memilih pasangan hidup. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, melalui pengkajian sumber-sumber teologis dan biblika yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pergaulan, kurangnya pendidikan agama, latar belakang keluarga, dan kebebasan memilih pasangan menjadi penyebab utama terjadinya relasi beda iman. Dampak yang ditimbulkan meliputi hambatan ibadah bersama, konflik nilai spiritual, serta potensi kemunduran iman. Berdasarkan analisis teologis, pasangan yang sepadan dipahami sebagai relasi yang dilandasi kesamaan iman, komitmen kesetiaan, dan kasih yang berpusat pada Kristus. Peran keluarga dan gereja sangat krusial dalam membentuk fondasi iman pemuda agar mampu membangun pernikahan yang memuliakan Tuhan. Kata kunci: Pasangan sepadan, Pernikahan Kristen, Iman, II Korintus 6:14–15.