Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INTEGRASI DIGITAL STORYTELLING DALAM STRATEGI DESTINATION BRANDING MUSEUM BATUBARA PTBA Nisa Dwi Saputri; Hifni Alifahmi; Ujang Rusdianto
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 5 (2026): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol5.2026.477

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesenjangan praktik komunikasi museum yang belum optimal dalam mengintegrasikan destination branding melalui digital storytelling secara strategis dan konsisten. Fokus penelitian diarahkan pada empat dimensi digital brand storytelling, yaitu story, meaning, ritual, dan transmedia pada Instagram Museum Batu Bara PTBA, serta kaitannya dengan lima tahap destination branding strategy: vision and stakeholders, consumer targeting and product portfolio, positioning and brand components, communication strategy, dan feedback. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui analisis konten digital, dokumentasi, dan interpretasi naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik digital storytelling masih parsial dan didominasi dimensi story, sedangkan dimensi meaning dan ritual belum optimal membangun keterlibatan khalayak. Dimensi transmedia juga belum terintegrasi lintas platform. Dari perspektif destination branding, museum memiliki potensi pada aspek visi, portofolio produk, dan positioning, tetapi masih lemah dalam strategi komunikasi dan pengelolaan feedback. Penelitian ini menegaskan pentingnya rekonstruksi strategi digital storytelling berbasis narasi holistik untuk memperkuat brand positioning dan relevansi museum di era digital.
Model Global Public Relations dalam Membangun Legitimasi dan Kepercayaan Publik: Kajian Literatur Sistematis: Penelitian Ujang Rusdianto; Nisa Dwi Saputri
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5524

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis perkembangan konseptual Model Global Public Relations (Global PR) dalam membangun legitimasi dan kepercayaan publik pada konteks global dan digital. Pendekatan yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan teknik analisis tematik terhadap publikasi ilmiah periode 2015–2026 serta dokumen resmi Global PR & Communication Model. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data internasional bereputasi dengan kriteria inklusi yang menekankan relevansi terhadap teori pemangku kepentingan, legitimasi organisasi, reputasi, dan keberlanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Model Global PR merepresentasikan kerangka manajemen strategis berbasis pengelolaan aset tidak berwujud yang mengintegrasikan purpose, reputasi, keberlanjutan, komunikasi, dan pengukuran kinerja dalam satu sistem terpadu. Model ini memperluas paradigma CSR tradisional menuju pendekatan strategis yang menempatkan legitimasi sosial sebagai hasil konstruksi yang dirancang melalui konsistensi nilai, praktik keberlanjutan, serta komunikasi yang transparan dan terukur. Dengan demikian, legitimasi dan kepercayaan publik tidak lagi dipahami sebagai konsekuensi pasif dari kinerja ekonomi, melainkan sebagai outcome dari orkestrasi strategis aset tidak berwujud dalam lingkungan global yang dinamis.
Digital Placemaking di Ruang Publik Pascatambang: Pembentukan Sense of Place pada Berangau Park Tanjung Enim: Penelitian Nur Budi Hariyanto; Ujang Rusdianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7499

Abstract

Pembentukan keterikatan emosional, psikologis dan persepsi seseorang atau masyarakat terhadap suatu tempat, pada saat ini tidak hanya berdasarkan atas pengalaman berinteraksi secara fisik, namun hamper selalu berpadu dengan penggunaan teknologi digital. Kajian ini menganalisis praktik digital placemaking dalam pembentukan sense of place pada ruang publik Berangau Park Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Berangau Park merupakan ruang terbuka hijau yang dibangun PT Bukit Asam Tbk pada kawasan bekas aktivitas pertambangan sebagai bagian dari program Tanjung Enim Kota Wisata. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan studi kasus Robert E. Stake untuk memahami transformasi ruang pascatambang melalui aktivitas sosial dan komunikasi digital masyarakat. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan key informants, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi Berangau Park menghasilkan perubahan identitas kawasan dari ruang industri menjadi ruang sosial masyarakat. Praktik digital placemaking berkembang melalui aktivitas olahraga, rekreasi, interaksi komunitas, serta penggunaan media sosial seperti TikTok dan Instagram dalam produksi konten digital pengunjung. Aktivitas tersebut membentuk pengalaman emosional masyarakat terhadap ruang publik dan memperkuat sense of place pada kawasan pascatambang. Selain itu, keterlibatan PTBA dalam publikasi digital dan komunikasi keberlanjutan turut memperkuat representasi identitas baru Berangau Park sebagai ruang publik masyarakat Tanjung Enim.