Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS TIMBULAN DAN KOMPOSISI SAMPAH RUMAH TANGGA DI RT 11/ RW 17 KELURAHAN CIPINANG, KECAMATAN PULO GADUNG, JAKARTA TIMUR TAHUN 2026 Fadlu Rohman; Falihah Rukmawati Jasmine; Fatarizky Muhamad; Muhammad Akbar Prayoga; Muhammad Izzaqy Defsa; Nanda Wahyu Ikawati; Tiara Jamilah Jilan
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 5 (2026): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol5.2026.507

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga di wilayah perkotaan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis timbulan dan komposisi sampah rumah tangga di RT 11/RW 17 Kelurahan Cipinang sebagai dasar perencanaan pengelolaan sampah yang lebih efektif. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran langsung selama delapan hari berturut-turut dengan cara mengumpulkan, menimbang, dan memilah sampah berdasarkan jenisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa timbulan sampah rumah tangga mengalami fluktuasi harian dengan kecenderungan meningkat pada periode akhir pekan. Komposisi sampah didominasi oleh sampah makanan, diikuti oleh kertas dan plastik, yang mencerminkan aktivitas konsumsi rumah tangga. Dari aspek perilaku, masyarakat telah memiliki pemahaman dasar mengenai jenis sampah, namun praktik pemilahan masih belum konsisten. Sistem pengelolaan yang diterapkan masih didominasi oleh pola kumpul–angkut–buang, meskipun telah tersedia fasilitas pendukung seperti TPS dan bank sampah. Berdasarkan hasil tersebut, diperlukan upaya peningkatan pengelolaan sampah melalui penerapan pemilahan sejak sumber, penguatan pengolahan berbasis 3R, serta peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Dengan demikian, diharapkan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
EVALUASI KUALITAS UDARA BERDASARKAN INDEKS STANDAR PENCEMAR UDARA (ISPU) DI KEBUN JERUK PARK (TREE HOUSE) Falihah Rukmawati Jasmine; Tiara Jamilah Jilan; Muhammad Adnan Putra Ramadhan; Tri Winarno; Andika Febriajuri; Mohammad Idris Hamdala
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 5 (2026): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol5.2026.579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas udara terhadap nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di kawasan wisata terbuka Kebon Jeruk Park (Tree House), Jakarta Barat. Kawasan ini merupakan ruang terbuka yang dimanfaatkan masyarakat untuk rekreasi, sehingga kualitas udara menjadi faktor penting dalam menentukan tingkat kenyamanan dan kesehatan pengunjung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) Kebon Jeruk serta observasi lingkungan di sekitar lokasi wisata. Parameter kualitas udara yang dianalisis meliputi PM₂.₅, PM₁₀, CO, SO₂, NO₂, dan O₃ yang berkontribusi terhadap perhitungan nilai ISPU. Data tersebut kemudian dianalisis untuk mengetahui hubungan antara konsentrasi polutan dengan kategori ISPU di wilayah penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas udara di wilayah Kebon Jeruk cenderung berada pada kategori baik hingga sedang dengan nilai ISPU berkisar antara 47–48 pada kondisi tertentu, yang menunjukkan bahwa udara relatif aman bagi aktivitas luar ruangan. Namun demikian, fluktuasi kualitas udara tetap dipengaruhi oleh faktor aktivitas kendaraan bermotor, kepadatan penduduk, serta kondisi meteorologi. Parameter partikulat, terutama PM₂.₅, menjadi faktor dominan yang mempengaruhi peningkatan nilai ISPU di kawasan perkotaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kualitas udara memiliki pengaruh langsung terhadap nilai ISPU di kawasan Kebon Jeruk Park (Tree House), yang pada akhirnya berdampak pada kenyamanan dan kesehatan pengunjung. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian emisi serta pemantauan kualitas udara secara berkala guna menjaga kualitas lingkungan di kawasan wisata tersebut.