Jihan Azrinaziha
Universitas Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FORENSIC ACCOUNTING, DATA ANALYTICS, AND WHISTLEBLOWING SYSTEMS ON FRAUD DISCLOSURE IN BPKP RIAU Jihan Azrinaziha; Rita Anugerah; Supriono Supriono
IDEI: Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol 7 No 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : Insan Doktor Ekonomi Indonesia (IDEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38076/x13f2122

Abstract

This study aims to examine the influence of forensic accounting, data analytics, and whistleblowing systems on fraud detection at the BPKP Representative Office in Riau Province. The population of this study comprises all auditors at the BPKP Representative Office in Riau Province. Using a saturated sampling technique, 63 auditors were selected as the study sample. The data used were primary data obtained through the distribution of questionnaires, which were then analyzed using multiple linear regression. The dependent variable in this study is fraud detection, while the independent variables include forensic accounting, data analytics, and the whistleblowing system. The results indicate that forensic accounting influences fraud disclosure, meaning that the better auditors implement forensic accounting, the higher the level of fraud disclosure. Data analytics also significantly influences fraud disclosure, implying that the use of data analysis technology can support the identification and disclosure of fraud more effectively. Meanwhile, the whistleblowing system has a significant effect on fraud detection; thus, the more effective the reporting system implemented, the greater the likelihood that fraud can be detected quickly, accurately, and accountably. Studi-studi sebelumnya melaporkan temuan yang tidak konsisten mengenai pengaruh akuntansi forensik, analitik data, dan sistem pelaporan pelanggaran pada pengungkapan kecurangan, khususnya dalam konteks lembaga audit internal pemerintah di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk menguji pengaruh ketiga variabel tersebut pada pengungkapan kecurangan di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Riau. Pendekatan kuantitatif digunakan. Populasi terdiri dari 83 auditor di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Riau; teknik pengambilan sampel bertujuan diterapkan, yang menghasilkan 63 tanggapan yang dapat digunakan dari kuesioner. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS versi 31. Temuan menunjukkan bahwa akuntansi forensik memiliki pengaruh positif dan signifikan pada pengungkapan kecurangan. Selanjutnya, sistem pelaporan pelanggaran memiliki pengaruh positif dan signifikan. Ketiga hipotesis diterima. Akuntansi forensik, analitik data, dan sistem pelaporan pelanggaran masing-masing memiliki pengaruh yang positif dan signifikan pada pengungkapan kecurangan. Peningkatan ketiga mekanisme ini secara kolektif dapat meningkatkan efektivitas deteksi kecurangan. BPKP dan lembaga audit internal pemerintah lainnya perlu memperkuat pelatihan forensik, memperluas penggunaan teknologi analitik data, dan meningkatkan kredibilitas sistem pelaporan pelanggaran mereka. Penelitian di masa mendatang harus memperluas cakupan populasi dan mencakup variabel tambahan seperti independensi auditor dan budaya organisasi.