Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Mempertimbangkan Perbedaan Penilaian Formatif Dan Penilaian Sumatif Dalam Kurikulum Mandiri Anis Fatkhulilah; Lu'luil Maknun
Jurnal Ilmu Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2026): PEDASUD - April
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/pedasud.v3i1.1078

Abstract

This study aims to analyze the differences between the use of formative and summative assessments in the Merdeka Curriculum. The method used is a literature review, examining various national and international sources related to the concepts, implementation, and results of previous research. The results of this review indicate that formative assessment emphasizes providing constant feedback, thereby helping teachers and students improve the teaching and learning process directly. In contrast, summative assessment serves as a final evaluation to measure students' learning achievements. The comparison between these two types of assessment indicates that a balanced combination of formative and summative assessments can create a learning environment that is more responsive, participatory, and aligned with the principles of the Merdeka Curriculum. The limitation of this study lies in the type of data used, which comes from secondary sources, so the results obtained are theoretical and have not yet been supported by direct empirical data from the field. The new element offered by this study is the comparative analysis of the two types of assessment within the context of Indonesia's relatively new education policy. The recommendations proposed include improving teachers' understanding of assessment concepts, developing relevant evaluation tools, and providing continuous policy support. Thus, this study makes an important contribution to strengthening learning assessment practices within the Merdeka Curriculum.
Peran Media Sosial dalam Hubungan Antara Institusi Pendidikan dan Masyarakat Anis Fatkhulilah; Nazwatun Hasanah; Davina Fitria Cahyani; Hesti Kusumaningrum
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol. 3 No. 6 (2025): November: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v3i6.1520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran media sosial dalam mendukung hubungan masyarakat di dunia pendidikan. Dengan perkembangan teknologi informasi, media sosial menjadi alat komunikasi yang efektif antara institusi pendidikan dan lingkungan sekitar. Melalui platform seperti Instagram, Facebook, dan YouTube, institusi pendidikan dapat menyampaikan informasi, menampilkan prestasi, dan memperkuat citra baik mereka dengan cara yang lebih luas dan interaktif. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan mengumpulkan informasi dari beragam sumber yang relevan, termasuk jurnal, artikel pendidikan, dan publikasi di intemet. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial dapat memperkuat komunikasi antara sekolah, siswa, dan komunitas; meningkatkan transparansi informasi; serta mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan sekolah. Namun, ada tantangan seperti rendahnya tingkat literasi digital dan potensi penyalahgunaan informasi yang harus diatasi dengan strategi komunikasi yang efektif. Dengan pengelolaan yang baik, media sosial dapat berperan penting dalam membangun hubungan yang baik dan citra positif sekolah di zaman digital.
Pemanfaatan Media Sosial Dikalangan Mahasiswa PGMI Nur Elisa Addina; Nida Murwandini; Anis Fatkhulilah; Takiddin Takiddin
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) memanfaatkan media sosial serta efek yang ditimbulkannya, baik yang positif maupun negatif, terhadap proses pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan deskriptif, dan teknik pengumpulan datanya meliputi observasi non-partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan survei menggunakan Google Form. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa mahasiswa PGMI secara aktif memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp, TikTok, dan Instagram untuk mendukung kegiatan akademik mereka, termasuk dalam hal diskusi kelompok, berbagi materi pendidikan, dan mengakses sumber belajar. Media sosial dianggap sangat membantu dalam mendapatkan informasi, menjalin koneksi, serta meningkatkan kreativitas para mahasiswa. Walaupun demikian, terdapat pula beberapa dampak negatif seperti gangguan pada konsentrasi belajar, kecanduan, penyebaran informasi palsu, serta berkurangnya motivasi dan disiplin akademik. Berdasarkan hasil yang ditemukan, penelitian ini merekomendasikan agar penggunaan media sosial dilakukan secara bijak, misalnya dengan membatasi waktu pemakaian, mengikuti akun-akun yang bersifat edukatif, serta menggunakan media sosial sebagai alat untuk pengembangan diri dan komunitas pembelajaran. Penggunaan media sosial secara maksimal dapat mendukung pengembangan kompetensi calon guru yang adaptif, kritis, dan paham teknologi.