Nurhadi Nurhadi
Magister Psikologi, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Proses Pembelajaran Kognitif dan Evaluasi Berbasis Taksonomi Bloom Revisi (Systematic Literature Review) Chairunnisa Chairunnisa; Nurhadi Nurhadi; Kusnadi Kusnadi
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.907

Abstract

Proses pembelajaran kognitif merupakan inti dari keberhasilan pendidikan di setiap jenjang, mulai dari sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi. Namun, praktik di lapangan kerap terjebak pada aktivitas kognitif tingkat rendah yang hanya menekankan hafalan dan pemahaman dangkal, sehingga terjadi ketimpangan antara tuntutan kurikulum dan realitas kelas. Penelitian ini bertujuan: (1) mengidentifikasi kondisi-kondisi yang mendukung keterlaksanaan proses pembelajaran kognitif yang optimal; (2) mendeskripsikan enam tingkatan kemampuan berpikir kognitif C1 hingga C6 berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi beserta implikasinya bagi praktik pembelajaran; dan (3) mengkaji pendekatan serta instrumen evaluasi pembelajaran kognitif yang tepat diterapkan guru di berbagai jenjang pendidikan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis (systematic literature review) mengacu panduan PRISMA, dengan menganalisis 35 artikel dari jurnal bereputasi (Scopus, Web of Science, SINTA 1-2) yang diterbitkan antara 2016-2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran kognitif berjalan optimal ketika didukung oleh tiga pilar: desain instruksional berbasis scaffolding yang berjenjang, iklim kelas yang aman secara psikologis, dan kompetensi pedagogis guru yang memadai. Keenam tingkatan kognitif C1-C6 perlu difasilitasi secara utuh dan tidak dapat diabaikan salah satunya. Evaluasi yang efektif mencakup kombinasi asesmen formatif dan sumatif, penilaian berbasis kinerja, portofolio, serta asesmen digital adaptif yang mampu menjangkau seluruh dimensi kognitif secara proporsional. Temuan anomali mengungkap bahwa 74% studi melaporkan dominasi soal C1-C2 dan 63% melaporkan ketidakselarasan antara tujuan dan instrumen evaluasi. Implikasi penelitian ini mendorong guru untuk merancang pembelajaran yang secara eksplisit menargetkan Higher-Order Thinking Skills (HOTS) dan menggunakan instrumen evaluasi yang selaras dengan tujuan kognitif yang telah ditetapkan.