ABSTRACT Self-confidence is an important aspect of adolescent development that influences academic performance, social interaction, and identity formation. However, some students still lack the confidence to ask questions, express opinions, and speak in front of the class. This study aims to analyze the contribution of Catholic Religious Education in strengthening the self-confidence of tenth-grade students at Santo Antonius Bangun Mulia Senior High School, Medan. The study employed a qualitative approach with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The participants consisted of two teachers and ten tenth-grade students. The findings revealed that Catholic Religious Education contributes to strengthening students’ self-confidence through the cultivation of values of love, self-respect, and self-identity. Students became more active in discussions, more willing to ask questions, more confident during presentations, and more comfortable interacting with teachers and peers. The study concludes that the internalization of Catholic Religious Education values plays a significant role in enhancing students’ self-confidence and supporting the development of positive character, while also providing a foundation for more reflective and participatory learning practices in schools. ABSTRAK Keyakinan diri merupakan aspek penting dalam perkembangan remaja yang memengaruhi kemampuan akademik, interaksi sosial, dan pembentukan identitas diri. Namun, masih ditemukan peserta didik yang kurang berani bertanya, menyampaikan pendapat, dan tampil di depan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Pendidikan Agama Katolik dalam memperkuat keyakinan diri peserta didik kelas X di SMA Santo Antonius Bangun Mulia Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Partisipan penelitian terdiri atas dua guru dan sepuluh peserta didik kelas X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Katolik berkontribusi dalam memperkuat keyakinan diri peserta didik melalui penanaman nilai kasih, penghargaan terhadap diri, dan pemahaman jati diri. Peserta didik menjadi lebih aktif dalam diskusi, lebih berani bertanya, lebih percaya diri saat presentasi, serta lebih nyaman berinteraksi dengan guru dan teman sebaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Katolik berperan dalam memperkuat keyakinan diri dan mendukung pembentukan karakter positif peserta didik, serta menjadi dasar pengembangan pembelajaran yang lebih reflektif dan partisipatif di sekolah.