Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Terpadu Pengembangan Anyaman Pandan melalui Inovasi Produk, Branding, dan Digitalisasi di Desa Rancagede Rudi Wijaya; Bryan Edward Pukarta; Jesslyn Emanuele Sutanto; Jonathan Jose Pranata; Rico Martin; Sheryl Angelica Widjaja; Angelica Natasha
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v5i2.2404

Abstract

Desa Rancagede, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, memiliki potensi ekonomi lokal melalui kerajinan anyaman pandan duri yang selama ini diproduksi oleh sekitar 60 pengrajin aktif. Namun, pengembangan usaha masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan variasi produk, pemasaran yang masih bersifat lokal, serta belum adanya identitas dan sistem usaha yang terintegrasi. Program community development ini bertujuan untuk mengembangkan anyaman pandan duri melalui inovasi produk, penguatan branding, dan digitalisasi pemasaran. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan yang dilakukan mencakup pelatihan pembuatan produk inovatif berupa topi dan tas, pembuatan identitas visual desa, pengembangan media promosi digital, serta penerapan sistem pemasaran berbasis titip jual melalui akun e-commerce INAYAHSTORE14. Setelah program community development ini dilaksanakan, Desa Rancagede telah memiliki logo, media promosi digital, serta sistem pemasaran yang membantu memperluas akses pasar produk anyaman pandan duri. Produk tikar telah dapat dipasarkan melalui sistem tersebut, sedangkan produk topi dan tas masih memerlukan pengembangan lebih lanjut agar mampu bersaing dari segi kualitas, desain, dan harga. Program ini menunjukkan bahwa pengembangan anyaman pandan duri memerlukan pendekatan yang terintegrasi antara inovasi produk, branding, dan digitalisasi agar mampu meningkatkan daya saing serta keberlanjutan usaha masyarakat.
Strategi Adaptasi dan Keberlanjutan Usaha Mikro Informal: Analisis Empiris pada Pelaku Usaha Cilok di Kawasan Urban Angelica Natasha; Danang Yudha Prakasa
MANABIS: Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/manabis.v5i2.7184

Abstract

Cilok, a widely consumed Indonesian street food predominantly produced from tapioca flour, represents an important source of affordable snacks for urban and peri-urban communities. Beyond its cultural popularity, cilok plays a strategic role in supporting local food security and the sustainability of Small and Medium Enterprises (SMEs). This study aims to analyze the contribution of SMEs in the cilok market by examining their role in providing low-cost nutritional alternatives, sustaining informal economic activities, and promoting inclusive economic growth. Employing a qualitative research design, data were collected through in-depth interviews with cilok street vendors and complemented by a structured review of relevant academic and policy-oriented literature. The findings indicate that cilok-based SMEs contribute significantly to urban livelihoods by offering accessible food products with relatively stable demand and low production costs. However, the study also identifies several structural challenges, including limited access to capital, inconsistent product quality, low nutritional diversification, and weak compliance with food safety standards. Despite these constraints, there are substantial opportunities for product innovation, such as the incorporation of protein-rich ingredients, improved processing techniques, and basic nutritional labeling to enhance consumer trust and market competitiveness. This research underscores the importance of targeted policy interventions, capacity-building programs, and nutritional awareness initiatives to strengthen the resilience and sustainability of cilok SMEs. By positioning cilok not only as a traditional snack but also as a potential vehicle for affordable nutrition, this study contributes to the broader discourse on informal food systems, microenterprise development, and urban food accessibility in developing economies.