Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fostering Community-Based Solid Waste Management Through Participatory Action Research: Evidence from Rural Indonesia Muhammad Abdul Halim Sidiq; Haidar Idris; Aminatuz Zahroh; Zainil Ghulam; Akhmad Afnan Fajarudin
Khidmatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v6i1.3904

Abstract

Rural solid waste management remains a persistent governance and public-health challenge in Indonesia, particularly in communities where disposal infrastructure is limited and open dumping has become normalised. This article examines how Participatory Action Research (PAR) fostered community-based solid waste management in Pandansari Hamlet, Tigasan Wetan Village, Probolinggo Regency. Using a qualitative-dominant design, the study integrated participatory observation, social mapping, focus group discussions, visual documentation, and community reflection conducted from December 2024 to January 2025. The PAR cycle comprised trust-building, problem diagnosis, deliberative planning, collective action, and reflective evaluation. The intervention identified three interrelated barriers: the transition from organic to mixed household waste, dependence on external infrastructure, and the normalisation of unsanitary disposal practices. By mobilising religious networks, neighbourhood leadership, and gotong royong, residents implemented clean-ups in three critical zones and established a small communal disposal facility. The findings show that PAR strengthened environmental awareness, enabled local consensus, and converted community concern into practical action. The article contributes to community-based waste-management literature by demonstrating that rural sustainability initiatives depend not only on technical facilities but also on the activation of social capital, locally legitimate leadership, and culturally embedded collective learning. The study recommends institutional follow-up through RT/RW rules, village-supported waste facilities, and circular-economy mechanisms such as waste banks linked to local governance.
ANALISIS SPIRITUAL DESIGN THINKING METHOD DALAM PEMBENTUKAN KESADARAN RELIGIUS: STUDI PADA PESERTA DIDIK MADRASAH ALIYAH Rafidah Falih; Aminatuz Zahroh; Nurhafid Ishari
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8107

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis Spiritual Design Thinking Method dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Aliyah serta pengaruhnya terhadap pembentukan kesadaran religius peserta didik. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada urgensi penguatan iman, taqwa, dan akhlak mulia dalam sistem pendidikan nasional, khususnya pada fase remaja yang ditandai dengan pencarian identitas dan perkembangan berpikir reflektif. Praktik pembelajaran PAI yang masih berorientasi pada aspek kognitif dan hafalan menunjukkan perlunya inovasi metodologis yang mampu mengintegrasikan kreativitas dan spiritualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Model yang dikembangkan merupakan integrasi design thinking yang dipopulerkan oleh IDEO dan dikembangkan oleh Tim Brown dengan nilai-nilai spiritual Islam. Lima tahapannya direkonstruksi dalam perspektif spiritual yang selaras dengan pemikiran Al-Ghazali tentang integrasi ilmu dan amal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini meningkatkan partisipasi aktif, refleksi spiritual, serta perkembangan dimensi kognitif, afektif, dan perilaku religius peserta didik. Metode ini berpotensi menjadi model pembelajaran PAI yang kontekstual, partisipatif, dan transformatif.