Perkembangan industri manufaktur modern menuntut perusahaan untuk mampu menciptakan sistem operasional yang efektif, efisien, dan harmonis guna menjaga stabilitas proses produksi serta meningkatkan produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode Just-In-Time (JIT) dan pembaurannya dengan Line Balancing dalam menciptakan keseimbangan proses kerja serta optimalisasi hasil operasional pergudangan pada Toyota Auto2000 Bandung Suci. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, serta pengolahan data primer dan sekunder yang diperoleh dari aktivitas inventory control perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi JIT telah diterapkan secara menyeluruh melalui replenishment system max-max, kedatangan bahan baku tepat waktu, implementasi FIFO, pengendalian special order part, analisis dead-stock, dan pengelolaan persediaan berbasis product value. Namun demikian, penerapan prinsip “Zero Tolerance for Mistake” pada JIT menimbulkan tekanan kerja akibat ketidakseimbangan distribusi pekerjaan pasca perampingan tenaga kerja. Oleh karena itu, dilakukan implementasi Line Balancing menggunakan metode Ranked Positional Weight untuk menciptakan distribusi elemen kerja yang lebih seimbang. Hasil analisis menunjukkan bahwa lini kerja baru menghasilkan efisiensi lini sebesar 88%, smoothness index sebesar 101,06 detik, balance delay sebesar 12%, dan idle time sebesar 131 detik, sehingga menunjukkan peningkatan efektivitas alur kerja operasional pergudangan. Temuan penelitian membuktikan bahwa pembauran JIT dan Line Balancing mampu menciptakan keharmonisan proses kerja, meningkatkan efisiensi operasional, serta meminimalisasi ketidakseimbangan beban kerja. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi praktis bagi industri dalam mengoptimalkan performa pergudangan dan pengelolaan sumber daya manusia secara berkelanjutan.