Yasser Arafat
Universitas Mathla’ul Anwar Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nilai Pendidikan Karakter, Kritik Sosial, dan Desain Bahan Ajar TPACK Dalam Novel Guru Aini Karya Andrea Hirata: Character Education Values, Social Criticism, and TPACK-Based Teaching Material Design in Andrea Hirata’s Novel Guru Aini Yusuf Hamdani Gilang Nugraha; Henri Henriyan Al Gadri; Yasser Arafat
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2144

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai pendidikan karakter dan kritik sosial dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata serta merumuskan pemanfaatannya sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia berbasis TPACK di SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi dan pendekatan sosiologi sastra. Data berupa satuan narasi, dialog, dan peristiwa dalam novel yang merepresentasikan nilai karakter, kritik sosial, dan potensi pedagogis. Pengumpulan data dilakukan melalui pembacaan cermat, pengodean, klasifikasi, dan interpretasi, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 183 satuan data nilai pendidikan karakter. Nilai yang paling dominan adalah kerja keras (25 data), menghargai prestasi (24 data), disiplin (19 data), jujur (17 data), dan religius (16 data). Selain itu, ditemukan 112 satuan data kritik sosial yang didominasi kritik bidang pendidikan (50 data), diikuti kritik moral (21 data), kritik ekonomi (10 data), kritik kebudayaan (10 data), dan kritik keluarga (10 data). Temuan tersebut menunjukkan bahwa Guru Aini bukan hanya narasi perjuangan pendidikan, melainkan juga teks reflektif yang mengkritik ketimpangan, kekakuan pedagogis, dan ketidakadilan sosial. Novel ini dapat dikembangkan sebagai bahan ajar berbasis TPACK melalui kegiatan membaca digital, anotasi kolaboratif, diskusi berbasis masalah, dan proyek multimodal siswa. Kontribusi penelitian ini terletak pada integrasi pendidikan karakter, kepekaan sosial, dan pedagogi digital dalam pembelajaran sastra.
Kajian Psikologi Sastra Dalam Novel Unfinished Goodbye dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Apresiasi Sastra SMA: A Literary Psychology Study of the Novel Unfinished Goodbye and Its Relevance as Teaching Material for Literary Appreciation in Senior High School Mida Pebriani; Sopyan Sauri; Yasser Arafat
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2077

Abstract

Penelitian ini membahas kajian psikologi sastra dalam novel Unfinished Goodbye karya Syahid Muhammad serta relevansinya sebagai bahan ajar apresiasi sastra di SMA. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya novel sebagai media refleksi kehidupan yang menghadirkan konflik batin, kehilangan, rasa bersalah, dan proses pemulihan tokoh. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur kepribadian tokoh berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud yang meliputi id, ego, dan superego, serta menjelaskan pemanfaatannya dalam pembelajaran sastra. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Data penelitian berupa kutipan teks yang menunjukkan dinamika psikologis tokoh, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, baca, dan catat. Hasil penelitian menemukan 12 data, terdiri atas 4 unsur id, 4 unsur ego, dan 4 unsur superego. Temuan ini menunjukkan bahwa novel Unfinished Goodbye relevan digunakan sebagai bahan ajar karena mampu melatih apresiasi sastra, empati, refleksi diri, dan pemahaman karakter peserta didik.