Della Putri Dwinanda Br Kacaribu
Universitas Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Bentuk Lingual Leksikon Tumbuhan Obat pada Suku Karo di Desa Kuta Gerat, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo: Kajian Ekolinguistik: Analysis of the Lingual Forms of Medicinal Plant Lexicons among the Karo Ethnic Group in Kuta Gerat Village, Tigabinanga District, Karo Regency: An Ecolinguistic Study Della Putri Dwinanda Br Kacaribu; Dwi Widayati; Latifah Yusri Nasution
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendefinisikan leksikon tumbuhan obat pada suku Karo di Desa Kuta Gerat, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo dan mendeskripsikan kognisi pengetahuan masyarakat Desa Kuta Gerat, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo terhadap tumbuhan obat berdasarkan dimensi biologis (ciri-ciri) dan dimensi ideologis (manfaat) dan dimensi sosiologis (interaksi sosial). Penelitian dilakukan melalui empat tahap, yaitu sumber data, pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis. Pada tahap sumber data didapat melalui wawancara langsung kepada informan. Pengumpulan data digunakan metode cakap dengan teknik pancing dan cakap semuka (CS), serta metode simak dengan teknik sadap, Simak Libat Cakap (SLC), rekam, dan catat. Analisis data menggunakan metode padan referensial dengan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dan Hubung Banding Membedakan (HBB), sedangkan penyajian hasil dilakukan secara informal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 70 yang terbagi menjadi 37 kata dasar, 23 kata majemuk, dan 10 frasa. Leksikon tumbuhan obat, seperti alia, belo, sibo, ambat tuah, kumis kucing, mahkota dewa, besi-besi sangka simpilet, pede mbiring, dan terabangun meratah, yang diklasifikasikan dalam bentuk kata, dan frasa. Tumbuhan obat tersebut dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit, sakit perut, terkilir, patah tulang. Temuan ini mencerminkan adanya interaksi, interelasi, dan interdependensi antara masyarakat dengan lingkungan alam, serta menunjukkan keterkaitan erat antara bahasa, flora, dan budaya masyarakat setempat.